Serangan ke Penambang Emas di Yahukimo Konflik Horizontal

    Kautsar Widya Prabowo - 05 September 2019 17:18 WIB
    Serangan ke Penambang Emas di Yahukimo Konflik Horizontal
    Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers seusai pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Australia Peter Craig Dutton. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut serangan terhadap penambang emas di Yahukimo, Papua, sebagai konflik antarwarga. Konflik ini tak terkait kerusuhan yang melanda dua minggu terakhir.

    "Itu konflik horizontal, penambang emas luar daerah dengan penduduk setempat," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 5 September 2019.

    Menurut dia, aparat sudah ditempatkan di lokasi kerusuhan. Sebanyak 97 pendulang sudah dievakuasi. Peristiwa ini pun tak terkait demonstrasi panas yang terus berlanjut di Bumi Cenderawasih.

    "Itu peristiwa lanjutan, peristiwa lama," ungkap mantan Panglima TNI itu.

    Polisi juga menjelaskan penyerangan orang tidak dikenal (OTK) di Yakuhimo, pada Minggu, 1 September 2019, sebagai aksi spontan. Serangan yang menyasar kepada pendulang emas tak terorganisasi.
     
    "Itu (serangan) dilakukan secara tiba-tiba," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu, 4 September 2019.
     
    Menurut dia, para pekerja tambang diserang dengan berbagai jenis senjata tajam, seperti parang hingga anak panah. Serangan ini menyebabkan lima pekerja tewas. Sementara itu, 74 orang berhasil diselamatkan dari dalam hutan.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id