Kurangi Beban Warga DKI

    Putri Anisa Yuliani - 23 Juni 2019 06:54 WIB
    Kurangi Beban Warga DKI
    Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Medcom.id/Nur Azizah
    Jakarta: Sejak sore warga sudah mulai berdatangan ke Bundaran HI untuk menikmati berbagai acara dalam puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-492 DKI Jakarta. Saat beranjak malam, warga kian membludak menikmati berbagai sajian hiburan yang bertajuk Jakarta Night Festival (JNF).

    Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan wajah baru Ibu Kota bukan sekadar perubahan fisik. "Wajah Baru Jakarta bukan saja soal fisik. Wajah Baru Jakarta ialah soal mindset, cara berpikir, cara pandang," kata Anies di Bundaran HI, Jakarta, tadi malam.

    Pakar perkotaan, Yayat Supriatna, mengatakan indeks kebahagiaan warga DKI Jakarta bukan bergantung pada sistem materinya, tapi bergantung pada sosiopsikologisnya. "Bukan sekadar yang paling kaya yang paling bahagia," kata Yayat Supriatna saat dihubungi, kemarin.

    Kebahagiaan tidak hanya orang kaya, tetapi juga warga DKI dengan ekonomi menengah ke bawah pun juga harus bahagia. "Kebahagiaan orang Jakarta itu terjadi apabila dirinya bisa membuat beban kehidupan mereka tidak terlalu berat," ujar Yayat. Misalnya, kata dia, warga DKI dapat berekspresi, beraktivitas, menyatakan pendapat, dan menggagas pikiran.

    Gubernur Anies Baswedan, kata Yayat, saat ini hanya menjalankan pembangunan infrastruktur yang pernah diawali oleh gubernur sebelumnya. "Anies mencoba menata ulang dari kebijakan ketika Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjabat, mencoba merevisi, memperbaiki, bahkan mengubah apa yang selama ini dilakukan," ungkapnya. Hal itu seperti naturalisasi sungai, pemberdayaan pasukan oranye, pembangunan rumah susun, dan rumah dengan DP 0%.

    Menurutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus mengambil langkah yang signifikan. "Anies harus membuat sesuatu yang monumental untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang ada di Ibu Kota," pungkas Yayat.

    Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Thoman Pardosi, mengatakan indeks kebahagiaan warga DKI diprediksikan meningkat pada tahun ini. Hal itu disebabkan adanya pertumbuhan dari segi ekonomi masyarakat. "Dari sisi ekonomi saya optimistis kebahagiaan akan meningkat dan inflasi selalu terkendali, berkat penjagaan supply yang lumayan baik," kata Thoman Pardosi, kemarin. Pada 2017, Indeks Kebahagiaan DKI menduduki rangking ke-19. Kebahagiaan diukur melalui dimensi kepuasaan hidup, perasaan, dan makna hidup (lihat grafik).

    Tata kelola

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengharapkan tata kelola Pemprov DKI harus semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mendagri menyayangkan DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi yang sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa)-nya pada tahun anggaran 2018 cukup tinggi, yaitu di atas Rp2 triliun. Hal itu disampaikan pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka HUT DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

    Di sisi lain, Manteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengkritik kondisi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, yang kondisinya memprihatinkan, Padahal, ketika masa Gubernur Basuki, kondisi waduk itu menjadi oase bagi warga DKI. Namun, Anies membantah menelantarkannya. (Media Indonesia/ Putri Anisa Yuliani)



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id