Riset RSCM: Anak Terinfeksi Covid-19 Memiliki Risiko Kematian Tinggi

    Atalya Puspa, Media Indonesia.com - 06 Juni 2021 09:43 WIB
    Riset RSCM: Anak Terinfeksi Covid-19 Memiliki Risiko Kematian Tinggi
    Ilustrasi korona. Medcom.id



    Jakarta: Studi oleh tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menemukan pasien anak terinfeksi covid-19 memiliki risiko kematian tinggi. Penelitian pada 490 pasien anak yang dirawat karena covid-19 itu berlangsung pada Maret-Oktober 2020.

    Hasil penelitian menyebutkan 40 persen di antaranya memiliki tingkat fatalitas tinggi. Hasil penelitian juga telah diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases dengan judul 'Mortality in children with positive SARSCoV-2 polymerase chain reaction test: Lessons learned from a tertiary referral hospital in Indonesia'.

     



    “Sebagian besar pasien anak yang meninggal memiliki komorbid. Umumnya memiliki lebih dari satu komorbid. Kebanyakan yang dominan adalah pasien dengan gagal ginjal, kemudian pasien dengan keganasan,” ujar peneliti utama riset RSCM Rismala Dewi dalam keterangan resmi, Minggu, 6 Juni 2021.

    Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan dokter spesialis anak Cissy Kartasasmita menuturkan berdasarkan referensi jurnal medis tepercaya, risiko anak terinfeksi dan sakit akibat covid-19 sangat rendah. Kalaupun tertular tidak bergejala atau pada umumnya ringan.

    Namun, tidak menutup kemungkinan pasien anak bergejala berat. Sehingga perlu masuk ICU bahkan sampai meninggal akibat covid-19.

    “Biasanya karena memiliki penyakit lain sebelumnya seperti komorbid atau kurang gizi. Fatalitas di negara lain sebenarnya cukup rendah meski dalam hasil studi di Indonesia kita tinggi,” ujar Cissy.

    Pernyataan itu mengacu salah satu jurnal medis berjudul Children and Adolescents With SARS-CoV-2 Infection. Jurnal menyebutkan saat terinfeksi covid-19, anak-anak tidak menunjukkan gejala (asymptomatic) atau bergejala ringan.

    Jurnal tersebut menunjukkan dari 203 pasien anak yang tertular covid-19, sebesar 54,7 persen tidak memperlihatkan gejala. Hanya 26,1 persen saja yang perlu perawatan akibat covid-19 dan yang paling banyak dirawat adalah bayi berusia kurang dari satu tahun yaitu 19,5 persen dari total kasus.

    (Baca: Tiongkok Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Anak 3-17 Tahun)

    Jurnal juga menyebut dari penelitian menemukan orang dewasa berperan krusial dalam penularan virus covid-19 kepada anak-anak. Sementara itu, anak-anak menularkan ke sesamanya dalam level yang moderat.

    Kecenderungan level penularan yang tinggi juga tergantung dari usia mereka. Jurnal medis lain dari RSUD Mataram, NTB, dengan judul Characteristics and Outcomes of Children with Covid-19 in West Nusa Tenggara Province, Indonesia, menyebutkan fatalitas kasus covid-19 pada anak karena terlambatnya datang ke pelayanan kesehatan, adanya penyakit lain, dan akses ke pelayanan kesehatan yang sulit.

    Meski data-data menunjukkan kasus covid-19 pada anak biasanya tidak bergejala, orang tua perlu terus menjaga anak-anak tidak tertular covid-19. Sebab, dikhawatirkan anak-anak dengan penyakit penyerta seperti jantung, ginjal, TBC, asma, memperburuk kondisi apabila tertular covid-19.

    Protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat untuk menjaga anak-anak tidak tertular covid-19. Orang tua harus berperan mengajarkan anak-anak mereka cara menjaga diri dengan baik.

    "Perlu diberikan contoh seperti misalnya, tidak dibawa ke kerumunan seperti ke pusat perbelanjaan, piknik, atau ke restoran yang banyak orangnya,” jelas Cissy.

    Cissy juga menekankan agar terus mempertahankan daya tahan tubuh anak-anak. Dengan mencukupi kebutuhan makanan bergizi seimbang, minum air putih cukup, istirahat cukup, olahraga secara teratur, dan cek serta lengkapi imunisasi.

    “Kalau perlu siapkan jadwal kegiatan harian untuk anak usia sekolah dasar. Kalau sudah remaja, kontrol dan tanyakan kegiatan hariannya, ini penting untuk mempersiapkan mereka saat nanti pembelajaran tatap muka dibuka kembali, agar disiplin protokol kesehatan dari rumah sampai sekolah nanti,” tutur Cissy.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id