Jawa Barat Langganan Longsor

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 08 Februari 2019 15:25 WIB
    Jawa Barat Langganan Longsor
    Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Kementerian ESDM Hendra Gunawan. Foto: Medcom.id/M Syahrul Ramadhan.
    Jakarta: Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan menyebut Jawa Barat menjadi provinsi yang paling sering dilanda longsor di 2018 dengan 405 kejadian dan 81 korban. Tanah Pasundan menjadi daerah yang paling rentan terhadap bencana ini.

    "Itu terjadi karena bentuk permukaan tanah dan curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan longsor. Dua faktor itu yang kerap terjadi di wilayah kaki bukti di Jawa Barat," kata Hendra di Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta, 8 Februari 2019.

    Secara nasional, Hendra memaparkan bencana tanah longsor meningkat dari 2017 ke 2018. Pada 2017, terdapat 1.440 kejadian, sedangkan pada 2018 ada 1.868 peristiwa. "Korbannya juga meningkat. 2017 ada 245 orang, sedangkan pada 2018 ada 268," terang dia.

    Di sisi lain, jumlah rumah yang rusak akibat longsor mengalami penurunan. Pada 2017 ada 4.144 rumah yang rusak, sedangkan pada 2018 hanya 3.145 rumah.

    Baca: Longsor Landa Gowa, Belasan Warga Tertimbun

    Untuk mengatasi bencana ini, Hendra menuturkan pemerintah sudah menjalankan strategi mitigasi. "Penelitian dan penyelidikan gerakan tanah yang berpotensi banjir dan longsor terus kita lakukan," tutur dia.

    Selain itu, pemerintah juga terus memetakan zona kerentanan gerakan tanah. Masyarakat juga diberikan penjelasan soal bencana beserta peringatan dininya.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id