Cara Kementerian ATR Mencegah Praktik Mafia Tanah

    Siti Yona Hukmana - 20 Februari 2021 07:12 WIB
    Cara Kementerian ATR Mencegah Praktik Mafia Tanah
    Ilustrasi sertifikat tanah. Antara/Umarul Faruq
    Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan meluncurkan pelayanan sertifikat elektronik. Hal itu sebagai upaya mencegah praktik mafia tanah.

    "Upaya-upaya kita akan terus meningkatkan, salah satunya adalah akan diluncurkannya digitaliasi dan elektroniksasi pelayanan atau sertifikat elektronik," kata Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang, dan Tanah Kementerian ATR/BPN, RB Agus Wijayanto, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Februari 2021.

    Menurut Agus, sertifikat elektronik tidak bisa diambil oleh orang yang bukan haknya. Sertifikat elektronik juga tidak mudah dipalsukan.

    "Sertifikat itu yang utamanya adalah ada di dalam data. Namun demikian, kita akan terus bekerja sama di dalam penanganan kasus-kasus pertanahan yang terindikasi mafia tanah," ujar Agus.

    Agus menuturkan mafia tanah marak terjadi belakangan ini. Salah satunya, kasus mafia atas tanah dan bangunan milik Zurni Hasyim Djalal, ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamnelu) Dino Patti Djalal. Modus mafia tanah itu, kata dia, mengaburkan suatu keadaan untuk mengganti nama pemilik sertifikat dengan nama tersangka.

    Pengalihan nama itu dilakukan dengan menggunakan figur palsu. Agus menyebut Polri masih perlu mendalami kasus itu untuk mengungkap pelaku lainnya.

    Agus mengatakan Kementerian ATR telah menjalani kerja sama dengan Polri untuk mencegah dan mengidentifikasi sindikat mafia tanah. Kerja sama itu dilakukan dengan target tertentu sejak 2018. Namun, dia tidak menyebutkan target tersebut.

    "Nah, yang terpenting adalah bagi masyarakat kita BPN terus akan memperbaiki, meningkatkan kualitas produk supaya tidak mudah dilakukan pemalsuan-pemalsuan," ujar Agus.

    Baca: Modus dan Peran Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

    Agus mengatakan sertfikat tanah dan bangunan sulit dipalsukan. Menurut dia, sertifikat palsu akan ketahuan jika dilakukan pengecekan di BPN.

    Agus menyebut para sindikat mafia tanah melakukan pengalihan nama dengan menggunakan sertifikat asli. Sertifikat palsu diserahkan kepada pemilik, sehingga tidak sadar telah dipalsukan.

    "Ke depan bagi masyarakat saat melakukan jual beli jangan mudah untuk menyerahkan setifikat kepada seseorang, baik itu calon pembeli atau pun yang lain, pilihlah notaris yang dikenal demikian juga pembeli," imbau Agus.

    Agus juga mengimbau masyarakat untuk mengecek sertifikat ke BPN. Hal ini untuk berjaga-jaga agar tidak menjadi korban mafia tanah.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id