Menteri LHK Minta Tingkatkan Antisipasi pada Daerah Konvensional Rawan Karhutla

    Antara - 29 April 2021 01:28 WIB
    Menteri LHK Minta Tingkatkan Antisipasi pada Daerah Konvensional Rawan Karhutla
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat memimpin rapat teknis pencegahan kebakaran hutan dan lahan 2021 secara virtual di Jakarta. Dok. KLHK



    Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meminta antisipasi pada daerah-daerah konvensional rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditingkatkan. Data menunjukkan hingga Maret 2021 luas area yang terbakar mencapai 23.783 hektare (ha), yang berarti lebih luas dibandingkan periode sama di 2020 mencapai 19.372 ha.

    “KLHK akan merintis pemantauan hotspot secara detail dan lebih mendalam di daerah-daerah konvensional ini, mungkin hingga tanggal 5 Mei yang akan datang, karena jika hingga tanggal tersebut terjadi dinamika karhutla yang meningkat, atau terjadi eskalasi yang berarti, maka akan masih punya cukup waktu untuk mengambil langkah sebelum Lebaran,” kata Siti saat memimpin rapat teknis pemantapan langkah pencegahan karhutla sekaligus antisipasi di 2021, Rabu, 28 April 2021.






    Beberapa daerah konvensional yang rawan terjadi karhutla berulang meliputi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Pontianak, Ketapang, dan Singkawang. Kemudian, Kapuas, Pangkalan Bun, Banjar, dan Tanah Laut.

    Baca: Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG memprakirakan La Nina di wilayah Indonesia segera beralih menuju ENSO NEUTRAL pada Mei 2021. Peralihan ini salah satunya akan menyebabkan curah hujan pada musim kemarau di sebagian besar wilayah Tanah Air.

    Hal itu disebutkan akan berdampak pada kondisi curah hujan pada Juni-September 2021 di sebagian besar Sumatra dan Jawa yang berada pada kategori rendah. Sehingga potensi karhutla di daerah rentan akan meningkat.

    BMKG merekomendasikan agar semua pihak mewaspadai potensi karhutla kategori moderat dan tinggi di Riau, Jambi, dan Sumsel pada Juni-September 2021. Pada Juli-September 2021 di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan bagian selatan, dan pada Agustus-Oktober 2021 di wilayah NTT dan Papua bagian selatan.

    Sestama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi mengatakan berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, BNPB siap membantu penanganan karhutla. Dukungan yang dimaksud meliputi sarana operasi pemadaman udara berupa helikopter fire fighting dan patroli serta bantuan dukungan untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atas permohonan masing-masing gubernur.

    Berikutnya BNPB bekerja sama dengan TNI/Polri akan memberikan dukungan pembiayaan pengerahan personel TNI/Polri dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemadaman darat. BNPB juga bekerja sama dengan KLHK untuk memberikan dukungan pembiayaan kegiatan partisipatif masyarakat melalui program Masyarakat Peduli Api (MPA)-Paralegal.

    Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan lembaganya terus melakukan TMC untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah tertentu. Hal itu guna mengantisipasi karhutla.

    Upaya yang dilakukan BPPT bekerja sama dengan KLHK, BNPB, BMKG, TNI, BRGM, BPBD pada Maret-April 2021, menunjukkan hasil yang cukup baik dari segi persentase penambahan curah hujan. Di Provinsi Riau disebutkan terjadi peningkatan persentase penambahan curah hujan sebesar 33-64 persen terhadap curah hujan alamnya atau penambahan curah hujan di lokasi penyemaian awan sekitar 194,3 juta meter kubik (m3).

    Di Provinsi Kalimantan Barat juga terjadi peningkatan persentase penambahan curah hujan hingga 44 persen terhadap curah hujan alamnya atau penambahan curah hujan di lokasi penyemaian.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id