BMKG Desak Mitigasi Bencana Ditingkatkan

    Antara - 08 Oktober 2020 03:40 WIB
    BMKG Desak Mitigasi Bencana Ditingkatkan
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendesak sektor mitigasi bencana ditingkatkan. Pasalnya, adanya kenaikan jumlah bencana alam dalam beberapa tahun terakhir.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan masalah ini dalam rapat koordinasi nasional bersama elemen pemerintahan pusat dan daerah. Dia memaparkan ada peningkatan ancaman bencana alam terkait La Nina pada 2020. 

    Selain itu, BMKG mencatat ada kenaikan intensitas gempa bumi di Indonesia. Untuk itu, mitigasi serta peringatan dini gempa bumi, tsunami, serta cuaca dan iklim ekstrem menjadi hal mendesak untuk dipersiapkan dan diperkuat.

    "Masalah dan celah antara pusat dan daerah harus segera diidentifikasi untuk meningkatkan efektivitas dalam mewujudkan zero victim," kata Dwikorita dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Menurut dia, fenomena La Nina moderat diprediksi menyebabkan peningkatan curah hujan mulai Oktober sampai November. La Nina yakni anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dari kondisi normal. 

    La Nina akan berdampak di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali di Sumatra. Catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sekitar 20% sampai 40% di atas normal.

    Selain itu, berdasarkan data BMKG sejak 2017, ada terjadi tren peningkatan aktivitas gempa bumi di Indonesia dalam jumlah maupun kekuatannya. Gempa sebelum 2017 rata-rata hanya 4.000 sampai 6.000 kali dalam setahun dengan 200-an bermagnitudo di atas lima.

    Setelah 2017, jumlah gempa bumi meningkat menjadi lebih dari 7.000 kali dalam setahun. Pada 2018 tercatat ada 11.920 kali gempa kemudian di 2019 11.588 kejadian gempa.

    "Mari dirumuskan bersama alternatif solusi dari permasalahan-permasalahan yang nanti akan teridentifikasi dan pada akhirnya akan dirumuskan rencana aksi bersama untuk mewujudkan zero victims dalam menghadapi multibencana hidrometeorologi, gempa bumi, dan tsunami," pungkas Dwikorita.

    Baca: BMKG Gelar Latihan Mitigasi Tsunami IOWave 2020

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang turut hadir dalam rapat virtual mengimbau seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk bersinergi. Setiap pihak harus merespons informasi potensi bencana yang disampaikan BMKG.

    "Tolong ini disikapi secara serius. Semua pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati wajib meningkatkan kewaspadaan, apalagi kita masih dalam kondisi pandemi covid-19," jelas Luhut.


    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id