comscore

Presiden Cari Sosok Tepat Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

Dhika Kusuma Winata - 22 Januari 2022 06:00 WIB
Presiden Cari Sosok Tepat Calon Kepala Otorita IKN Nusantara
Ibu Kota Baru. Foto : Kementerian PUPR.
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari sosok tepat untuk menjadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Berbagai kriteria dipertimbangkan agar pemimpin IKN itu mampu mengeksekusi pembangunan, pemindahan, dan mengelolanya.

"Proses yang wajar saja untuk beliau mempertimbangkan siapa yang paling tepat. Kita kan masih punya waktu kira-kira kurang dari dua bulan seperti dimandatkan untuk segera memilih kepala otorita," kata Tenaga Ahli Utama KSP Wandy Tuturoong, Jumat, 21 Januari 2022.

 



Presiden Jokowi mengungkap kriteria calon Kepala Otorita IKN idealnya pernah menjabat kepala daerah dan berlatar belakang arsitek. Sejumlah nama seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, hingga Gubernur Aceh Nova Iriansyah kemudian mencuat diperbicangkan karena kecocokan latar belakang yang disebut Jokowi.

Berdasarkan beleid IKN yang baru-baru ini disahkan di DPR, kepala otorita akan ditunjuk dan diangkat presiden paling lambat dua bulan setelah UU diundangkan. Menurut Wandy, nama-nama yang menjadi spekulasi di publik tak bisa dihindari.

Baca: Jokowi Setujui Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru

Meski begitu, pemilihannya menjadi prerogatif Presiden. Nama-nama yang belum muncul juga bisa saja mencuat sehingga banyak pilihan.

Ia menegaskan Jokowi menetapkan kriteria yang cocok lantaran pemindahan ibu kota sesuatu yang kompleks. Dibutuhkan sosok yang bisa mengelola berbagai macam tantangan mulai dari perencanaan, eksekusi, berhubungan dengan masyarakat hingga investor.

Tak pelak, pemilihannya ibarat mencari sosok menteri. Saat ini, perpres mengenai badan otorita juga tengah disiapkan.

"Jadi sama kayak memilih menteri karena ini kan setingkat menteri. Tentu pertimbangan soal macam-macam itu wajar tentu saja. Tetapi yang paling penting kan nanti bisa mengelola kompleksitas pemindahan dan pembangunan IKN yang baru," jelas Wandy.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id