MUI Segera Bahas Fatwa Pemulasaraan Jenazah Covid-19

    Anggi Tondi Martaon - 23 Maret 2020 17:58 WIB
    MUI Segera Bahas Fatwa Pemulasaraan Jenazah Covid-19
    Ilustrasi. Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Dokumentasi Media Indonesia.
    Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) bakal menindaklanjuti permintaan Wakil Presiden Maruf Amin terkait fatwa pemulasaraan jenazah pasien positif covid-19 atau korona. Pembahasan fatwa itu dilakukan dalam waktu dekat.

    "Segera mungkin akan direspon karena ini kepentingan darurat negara dan MUI itu bekerja sama dengan negara untuk berbagai kepentingan publik maka ini permohonan negara yang harus direspons," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masduki Baidlowi kepada Medcom.id, Senin, 23 Maret 2020.

    Fatwa tersebut nantinya memungkinkan proses pemulasaraan jenazah covid-19 tanpa proses pemandian. Demi mengantisipasi penularan, jenazah bisa langsung dikuburkan. 

    Baca: Wapres Minta MUI Terbitkan Fatwa Pemulasaraan Jenazah Covid-19

    Selain itu, tidak semua petugas medis bisa melakukan prosesi pemandian jenazah sesuai ketentuan syariat Islam.  Fatwa tak memandikan jenazah, terang Masduki, tak ubahnya orang yang mati syahid di medan perang. 

    "Langsung dikuburkan kalau kondisi petugas medisnya tidak ada dan itu dianggap membahayakan diambil jalan seperti itu langsung dikuburkan," ujar dia.

    Tata Cara Wudu

    Selain itu, akan dibahas fatwa mengenai tata cara berwudu petugas medis. Fatwa mengatur tata cara berwudu tanpa menanggalkan alat pelindung diri (APD). 

    "Kalau memang seperti itu kondisinya susah kan, maka dia salatnya tanpa wudu dan tayamum gitu. Hendaknya itu dijadikan fatwa atau seperti apa karena itu dalam keadaan darurat," ungkap dia.

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pemulasaraan jenazah positif covid-19 atau korona. Sekaligus fatwa tata cara berwudu petugas medis yang merawat pasien covid-19.
     
    "Ke depan saya (mendorong) majelis ulama dan ormas Islam untuk mengeluarkan fatwa kalau terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita korona ini," kata Ma'ruf di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2020.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id