Perokok Anak Meningkat karena Harga Murah

    Yurike Budiman - 05 September 2020 12:50 WIB
    Perokok Anak Meningkat karena Harga Murah
    Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
    Jakarta: Prevalensi perokok di Indonesia tidak menunjukkan sinyal yang baik. Murahnya harga rokok jadi salah satu faktor penyebab tingginya jumlah perokok Indonesia.

    Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia, Renny Nurhasana, mengatakan harga yang sangat terjangkau membuat rokok mudah didapat seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali anak-anak.

    "Harga rokok di masyarakat masih murah. Rp20-25 ribu itu masih terjangkau oleh saku anak," kata Renny dalam diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu, 5 September 2020.

    Harga yang murah ini membuat perokok anak semakin meningkat. Salah satu cara mengurangi jumlah perokok ialah lewat meningkatkan harga rokok.

    "Jadi semakin mahal rokok itu, akan semakin turun prevalensi perokok anak," kata Renny.
     

    Halaman Selanjutnya
    Kasubdit Tarif Cukai dan Harga…
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id