Pengurangan Kawasan Kumuh Mencapai 9.700 Hektare

    Antara - 31 Oktober 2017 07:39 WIB
    Pengurangan Kawasan Kumuh Mencapai 9.700 Hektare
    Ilustrasi: Warga beraktivitas di permukiman kumuh di kawasan Kebon Pala, Jakarta, Senin. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
    medcom.id, Jakarta: Pengurangan kawasan kumuh hingga 2017 baru mencapai 9.700 hektare. Padahal target pengurangan kawasan kumuh mencapai 38 ribu hektare, sejak 2014.

    "Dari 38 ribu hektare di 2014 akan menjadi nol persen di 2019. Tahun 2016 sampai 2017, sudah sekitar 9.700 hektare, ini belum termasuk penanganan kumuh yang dilakukan pemerintah daerah sendiri," kata Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo di Kantornya, Senin 30 Oktober 2017.

    Program 100-0-100, yaitu penyediaan 100 persen akses air minum aman, pengurangan luasan kawasan kumuh perkotaan hingga 0 persen, dan penyediaan 100 persen akses sanitasi layak.

    Baca: Kementerian PUPR tak Ikut Campur Tata Kawasan Kumuh Jakarta

    Ia menjelaskan pemerintah pusat mendorong agar pemerintah daerah lebih responsif dalam penanganan kawasan kumuh, sehingga persentase pengurangan kawasan kumuh akan lebih besar.

    Sejumlah kota besar yang mengalami perubahan signifikan melalui program pengurangan kawasan kumuh, antara lain Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan dan Semarang. "Perubahan itu kelihatan berkurang kumuhnya, lingkungan lebih layak huni dan habitable," kata Sri.

    Namun demikian, Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat, harus lebih bekerja keras dalam mewujudkan target nol persen kawasan kumuh.

    Hal itu karena program pengurangan kawasan kumuh masuk dalam program RPJMN 2015-2019 yang kemungkinan tidak akan tercapai. "Menurut evaluasi Bappenas, ini masuk di program RPJMN yang mungkin tidak akan tercapai, tapi kita harus kerja keras karena dari 38 ribu hektare, di tahun ketiga baru sekitar 9.000 hektare. Kita harus kerja keras terus, tidak mudah," ungkapnya.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id