Penaikan Cukai Rokok Diharap Memperbaiki Defisit BPJS

    Candra Yuri Nuralam - 17 September 2019 18:45 WIB
    Penaikan Cukai Rokok Diharap Memperbaiki Defisit BPJS
    Ilustrasi BPJS. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Peneliti Center for Indonesia's Strategic Development Initiative (Cisdi) Yurdina Meilisa berharap penaikan cukai dan harga jual eceran rokok meningkatkan kesehatan masyarakat. Kesehatan bakal berpengaruh pada penggunaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). 

    "Mudah-mudahan ini juga membantu defisit BPJS kita, karena selama ini lima penyakit yang menyebabkan orang Indonesia meninggal lebih cepat itu berurusan dengan rokok," kata Yurdina di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 17 September 2019.

    Yurdina mengungkapkan 21 persen klaim jaminan kesehatan BPJS berkaitan dengan rokok. Kementerian Kesehatan mencatat pemerintah mengeluarkan Rp500 triliun untuk mengobati penyakit akibat rokok pada 2017. 

    "Itu jauh lebih besar dari penerimaan cukai kita dan itu membuat sekarang Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) harus menaikkan kebijakan iuran agar BPJS nya tidak defisit," ujar Yurinda.

    Dia menyambut baik langkah pemerintah dalam penaikkan cukai dan harga jual eceran rokok awal 2020. Pemerintah dinilai sudah melakukan hal yang tepat untuk mengurangi defisit BPJS kesehatan dan mengurangi perokok aktif.

    "Kalau kita bisa menaikkan harga sehingga cukai dan harga jual rokok tidak terjangkau kemudian berharap prevalensi bisa turun, beban kesehatan turun sehingga kemudian iurannya enggak perlu tinggi-tinggi," ucap Yurinda.

    Pemerintah memutuskan tarif cukai rokok naik menjadi sebesar 23 persen dan harga rokok eceran naik menjadi 35 persen. Keputusan itu berlaku per 1 Januari 2020.

    Dari penaikan itu, pemerintah memproyeksikan penerimaan cukai tahun depan mencapai Rp173 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

    Keputusan penaikan tarif cukai rokok bertujuan mengurangi konsumsi dan peredaran rokok ilegal, mengatur industri, serta menambah penerimaan negara.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id