Proyek Jalur Rel Dwiganda Perlu Libatkan Pemda

    Fachri Audhia Hafiez - 30 Agustus 2019 16:11 WIB
    Proyek Jalur Rel Dwiganda Perlu Libatkan Pemda
    Kereta melintasi proyek pembangunan double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang di kawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (21/11). Foto: ANT/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perlu melibatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk membebaskan lahan proyek jalur rel dwiganda atau double double track (DDT). Pemda bisa mendekati masyarakat. 

    "Membantu bebaskan lahan dalam hal sosialisasi dan pendekatan persuasif," ujar pengamat transportasi Djoko Setijowarno pada Medcom.id, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Djoko mengingatkan masyarakat harus mendapatkan hak yang layak. Dia menyarankan kementerian mengakomodasi tempat tinggal layak bagi warga terdampak. 

    Dia menambahkan proyek perlu memiliki target penyelesaian yang jelas. Proyek DDT ditargetkan rampung pada 2020.

    "Supaya cepat selesai walau juga tidak mudah," ujar Djoko.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengaku baru 4 kilometer (km) lahan yang dibebaskan untuk jalur DDT Bekasi-Cikarang dari total 16,7 km. Artinya, masih 12,7 km yang masih terkendala pembebasan lahan.

    Dia mengaku pembebasan lahan menghambat pembangunan DDT Bekasi-Cikarang.
    Namun, ia tak bisa menargetkan penyelesaian pembebasan lahan.

    Proyek DDT terbentang sepanjang 35 kilometer dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Cikarang. Tujuan pembangunan DDT untuk memisahkan jalur kerera api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id