Eijkman: Jangan Abaikan Varian Lain di Luar Delta

    Fachri Audhia Hafiez - 24 Juni 2021 13:49 WIB
    Eijkman: Jangan Abaikan Varian Lain di Luar Delta
    Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman Institute Amin Soebandrio. Medcom.id/Theo



    Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, meminta penanganan Variant of Concern (VoC) dari mutasi covid-19 tak fokus pada kasus yang sudah ditemukan. Khususnya, varian Delta yang cukup banyak ditemukan di Indonesia.

    "Varian lain itu jangan diabaikan. Itu tetap bermakna bisa menyebabkan sakit kepada orang banyak," kata Amin kepada Medcom.id, Kamis, 24 Juni 2021.

     



    Amin mengatakan saat ini pemangku kepentingan hanya fokus pada varian yang masuk VoC, seperti Alpha, Beta, dan Delta. Ketiga varian itu terdeteksi di Indonesia.

    Sementara itu, ada varian lain dari virus korona SARS-CoV-2. Misalnya, Gamma atau yang dikenal dengan P.1. Varian ini berasal dari Brasil.

    "(Sama-sama berbahaya) harus perhatikan bahwa semua itu berpotensi menyebabkan masalah kesehatan," ujar Amin.

    Baca: Genjot Vaksinasi Dinilai Cara Ampuh Cegah Penularan Varian Covid-19

    Amin menuturkan vaksin menjadi cara ampuh untuk menekan laju penularan varian lain. Vaksin juga mencegah mutasi ketika virus berpindah ke orang lain.

    "Kalau itu bisa kita potong (penularan), virus seganas apa pun itu tidak akan menyebar luas. Sekali lagi kita harus bisa memotong penularan," tegas Amin.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 160 kasus penularan varian Delta di sejumlah provinsi per 20 Juni 2021. Delta juga dikenal dengan sebutan B.1.617.2.

    Varian Alpha memiliki sebutan B.1.1.7 dan Beta disebut B.1.351. Kemenkes menemukan 45 kasus varian Alpha dan 6 kasus varian Beta.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id