comscore

Menkominfo Sebut Akan Ada Instruksi Kegiatan Khusus untuk Nataru

Candra Yuri Nuralam - 08 Desember 2021 17:00 WIB
Menkominfo Sebut Akan Ada Instruksi Kegiatan Khusus untuk Nataru
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Dokumentasi.
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut pemerintah telah menyiapkan aturan khusus untuk penyelenggaraan Natal dan tahun baru (Nataru). Aturan itu untuk mencegah pandemi covid-19 mengganas.

"Jadi nanti ada Inmendagri (instruksi menteri dalam negeri) yang secara khusus disiapkan bagi aktivitas masyarakat saat Nataru, dengan tetap dapat mengendalikan atau mewaspadai covid-19," kata Johnny melalui keterangan tertulis, Rabu, 8 Desember 2021.
Johnny mengatakan dalam aturan itu tidak akan ada kebijakan penyekatan. Namun, pemerintah akan memperketat beberapa kebijakan terkait kegiatan masyarakat.

Kebijakan pertama, yakni terkait perjalanan. Johnny menyebut hanya masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin lengkap yang boleh bepergian.

"Demikian juga mereka yang sedang sakit, diharapkan tidak bepergian," kata Johnny.

Kebijakan kedua soal pelarangan perayaan Nataru. Namun, ibadah tetap dibolehkan dengan catatan kapasitan pengunjung hanya 50 persen.

Lalu, pemerintah melarang kegiatan olahraga dan seni yang mengundang penonton. Pusat perbelanjaan tetap dibuka dengan pengetatan pengunjung.

"Sedangkan restoran dan mal tetap buka dengan kapasitas 75 persen," ucap Johnny.

Johnny juga menyebut pemerintah akan memperketat pintu masuk ke Indonesia. Setiap orang yang masuk saat momen Nataru akan dikarantina selama sepuluh hari.

"Ini tentu dengan maksud agar kita bisa mengendalikan agar jangan sampai Omicron masuk indonesia," kata Johnny.

Baca: 4 Langkah Cegah Lonjakan Baru di Libur Nataru

Pengetatan pintu masuk ke Indonesia tidak bisa diabaikan. Pemerintah tidak mau kecolongan dengan varian baru covid-19 itu.

Terlebih, variant of concern tersebut dinilai lebih menular pada anak-anak usia remaja. Oleh karena itu, dia meminta para remaja harus berhati-hati, jangan sampai menjadi orang tanpa gejala yang justru menyebarkan varian Omicron.

Instruksi khusus itu dibuat agar gelombang ketiga pandemi covid-19 tidak terjadi di Indonesia. Pemerintah khawatir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022 terganggu jika pandemi menjadi galak.

Pengetatan ini juga dimaksudkan untuk menghindari penyebaran varian covid-19 Omicron. Pemerintah tidak mau meremehkan varian virus tersebut jika masyarakat tidak diatur saat Nataru.

Masyarakat diminta tidak terbuai dengan angka kasus baru covid-19 yang sedang menurun. Kasus baru pandemi covid-19 bisa meningkat jika masyarakat abai.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga terus mengingatkan, kita perlu membangun optimisme namun dengan tingkat kehati-hatian," ujar Johnny.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id