Populer Nasional: Tarif Baru Tes PCR Rp275 Ribu Hingga DKI Sediakan Vaksinasi Malam Hari

    Achmad Zulfikar Fazli - 28 Oktober 2021 06:38 WIB
    Populer Nasional: Tarif Baru Tes PCR Rp275 Ribu Hingga DKI Sediakan Vaksinasi Malam Hari
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Sejumlah isu menjadi yang terpopoler di Kanal Nasional Medcom.id. Isu tersebut seputar perubahan tarif swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR) hingga pelayanan vaksinasi di DKI Jakarta.

    Berikut berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id sepanjang Rabu, 27 Oktober 2021:

    1. Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Tes PCR Jadi Rp275 Ribu

    Pemerintah menetapkan batas tarif tes usap atau swab RT-PCR. Penetapan ini tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penurunan harga hasil tes RT-PCR.
     
    "Ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi," kata Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir dalam konferensi pers, Rabu, 27 Oktober 2021.
     
    Abdul menuturkan batas tertinggi tarif tes RT-PCR menjadi Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali. Lalu, Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

    Baca: Imbas Wajib Tes PCR, Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno Hatta Merosot

     



    Dia meminta semua fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan aturan baru tersebut. Khususnya rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan lainnya.
     
    "Hasil pemeriksaan dikeluarkan dengan maksimal 1x24 jam dari mulai pengambilan swab spesimen covid-19," ucap Abdul.

    Selengkapnya baca di sini

    2. Polisi Temukan Unsur Pidana di Kasus Kaburnya Rachel Vennya

    Polisi rampung menggelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Selebgram Rachel Vennya. Polisi menemukan unsur pidana di kasus Rachel Vennya kabur dari karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.
     
    "Saya dapat informasi gelar perkara, hasilnya adalah dari penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Polisi mengantongi alat bukti dugaan pelanggaran prokes yang dilakukan Rachel. Ibu dua anak itu dipersangkakan Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.
     
    "Dengan ancaman satu tahun penjara," ujar Yusri.

    Baca: Proses Hukum 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Masih Berjalan

    Selengkapnya baca di sini

    3. Kejar 1,8 Juta Warga, DKI Sediakan Layanan Vaksin Malam Hari

    Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berupaya mencari dan mendorong 1,8 juta penduduk DKI yang belum vaksin covid-19. Salah satu cara yang dilakukan dengan membuka pelayanan vaksinasi pada malam hari.

    "Teman-teman di kecamatan kelurahan meningkatkan layanan di jam-jam yang dianggap strategis, yaitu layanan di malam hari," ujar Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 26 Oktober 2021.
     
    Widya menjelaskan layanan vakasinasi malam hari ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki kesibukan atau kerja di pagi dan siang hari. Namun, hal itu tidak dapat disimpulkan mayoritas yang belum divaksin dari kalangan pekerja.

    "Di setiap elemen ada sisa, lansia masih ada, kalau di tenaga kesehatan insyalllah udah lebih rapi. Tapi di publik, lansia, remaja, semua masih menyisakan belum selesai 100 persen," jelasnya.

    Selengkapnya baca di sini

    4. KPK Periksa Ajudan Bupati Banjarnegara

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ajudan Bupati nonaktif Banjarnegara, Wahyudiono, hari ini, 27 Oktober 2021. Dia dipanggil untuk mendalami dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Banjarnegara pada 2017 sampai 2018.
     
    "Pemeriksaan dilakukan di Kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Oktober 2021.
     
    KPK juga memanggil empat orang lain untuk mendalami kasus ini. Mereka, yakni wiraswasta Susmono Dwi Santoso, staf keuangan PT Adi Wijaya Febriana Eriska Putri, Direktur CV Pilar Abadhi Prihono, dan Sekretaris Camat Kalibening Cion Pramundita.

    Ali berharap mereka semua hadir untuk memberikan keterangan. Keterangannya dibutuhkan untuk menguatkan dugaan korupsi dalam kasus ini.

    Selengkapnya baca di sini

    Baca: Bupati Nonaktif Banjarnegara Diduga Ikut Campur Proses Lelang Proyek

    Informasi seputar perubahan harga tes PCR dan vaksinasi covid-19 akan terus diperbarui di Kanal Nasional Medcom.id. Klik di sini untuk mengetahui perkembangan informasinya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id