comscore

Seperti Direncanakan, Ini 4 Kejanggalan Kasus Pengeroyokan Kakek yang Dituduh Maling

Adri Prima - 24 Januari 2022 19:37 WIB
Seperti Direncanakan, Ini 4 Kejanggalan Kasus Pengeroyokan Kakek yang Dituduh Maling
Ilustrasi. medcom.id
Jakarta: Pihak keluarga dari korban WH, 89, seorang kakek yang tewas dikeroyok karena dituduh maling di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, melapor ke polisi. Anak korban bernama Briyana menegaskan tuduhan maling yang ditujukan kepada ayahnya adalah sebuah fitnah keji.

"Tuduhan pencurian kendaraan terhadap almarhum Wiyanto Halim adalah fitnah keji," tegas anak korban, Bryana Halim, Senin, 24 Januari 2022 dikutip dari Media Indonesia
Bryana pun melaporkan kejadian yang menimpa ayahnya itu ke Polres Jaktim dengan nomor Laporan Polisi Nomor LP/B/182/1/2022/SPKT/RES.JAKTIM/PMJ pada 23 Januari 2022 di Polres Jakarta Timur atas dugaan terjadinya tindak pidana pengeroyokan terhadap barang dan orang.

Tak hanya itu, dari beberapa bukti video beredar, pihak keluarga korban menemukan beberapa kejanggalan dari insiden tersebut. Mereka menyimpulkan kejadian penyeroyokan seperti telah direncanakan dan ada beberapa oknum yang telah mengatur. Berikut ini beberapa kejanggalan kasus pengeroyokan WH.
 

1. Ada yang bertugas sebagai provokator

Keluarga menduga bahwa peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Wiyanto Halim bukanlah pengeroyokan yang terjadi secara spontan, akan tetapi ada rekayasa. Hal itu diungkapkan Bryana dengan bukti dari gambar dan video yang didapatinya. 

"Ada orang yang bertugas sebagai provokator, berteriak-teriak seakan-akan Wiyanto Halim adalah maling atau pelaku pencurian mobil," ujarnya. 
 

2. Ada yang bertugas merekam

Kemudian ada pihak yang bertugas merekam untuk diunggah ke media sosial. Hal ini untuk membuat opini bahwa kematian WH karena amukan massa.

"Ada orang yang bertugas membuat rekaman video dan menyebarkannya di medsos, membuat opini bahwa kematian Wiyanto Halim terjadi karena amuk massa," tambahnya. 
 

3. Ada pemotor yang mengajak warga untuk mengejar

Bryana juga menambahkan dari bukti-bukti ia pegang, ada orang yang mengendarai sepeda motor paling belakang yang bertugas mengajak orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan untuk ikut mengejar mobil yang dikendarai oleh WH. 
 

4. Sekelompok orang bukan massa langsung datang merusak mobil

Ketika mobil WH berhenti, terlihat juga ada beberapa pengejar yang disinyalir bukan massa tiba-tiba langsung melakukan pengerusakan terhadap mobil milik WH. 

Tanpa basa-basi para pelaku itu melemparkan batu, helm, dan kayu sehingga kepala WH hingga menyebabkan kematian. Sadisnya, jenazah Wiyanto masih diteriaki dan dipaksa makan kerupuk oleh para pelaku tersebut. 

"Sungguh perbuatan biadab orang yang sudah nyata meninggal dunia masih diperlakukan seperti itu," tandasnya. Ia pun meminta agar polisi terus mendalami motif dari kasus pembunuhan dan mencari aktor intelektual di balik pembunuhan ini.

(PRI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id