comscore

Kemenkes: Vaksinasi Booster untuk Tingkatkan Efektivitas Vaksin Primer

Antara - 18 Januari 2022 18:06 WIB
Kemenkes: Vaksinasi <i>Booster</i> untuk Tingkatkan Efektivitas Vaksin Primer
Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Jakarta: Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut pemberian vaksinasi ketiga atau booster bertujuan meningkatkan efektivitas vaksin primer. Sebab, proteksi imunologi dan klinis vaksinasi primer bakal menurun pada waktu tertentu.
 
"Tujuan kita melakukan vaksinasi booster adalah untuk meningkatkan efektivitas vaksin yang mungkin telah menurun," ujar Siti Nadia Tarmizi dalam webinar bertema "Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga" secara daring di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2022.

Vaksinasi booster juga untuk memperpanjang masa perlindungan. Sehingga mutasi virus covid-19 tidak memiliki sifat infeksi.
Nadia menjelaskan proteksi vaksin covid-19 memiliki dua mekanisme. Yakni imunitas antibodi dan imunitas sel.
 
"Antibodi SARS-Cov-2 terbukti menurun setelah enam bulan pascavaksinasi lengkap. Bahkan kadar antibodi neutralisasi menurun lebih cepat pada kelompok lansia dibandingkan dengan populasi umum," ujar dia.
 
Namun, tubuh juga membentuk imunitas sel yang bertahan lama dan akan membentuk antibodi baru saat ada paparan lagi terhadap virus. Dia mengatakan terdapat fakta mengapa infeksi Omicron dilihat sebagian besar tidak bergejala atau ringan. Hal itu terjadi karena imunitas bekerja, yaitu imunitas antibodi dan imunitas sel.
 
"Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru, maka antibodi merespons melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah enam bulan, karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian, maka kita melakukan vaksinasi booster," papar dia.
 
Nadia mengatakan saat ini terdapat 126 negara yang akan melakukan vaksinasi booster. Vaksin difokuskan untuk tiga kelompok, yaitu tenaga kesehatan, lansia, dan memiliki kelainan imunitas.
 
Namun, pemberian vaksin booster untuk warga non-lansia usia 18 tahun ke atas juga dapat diberikan dengan syarat tertentu. "Pelaksanaan vaksin booster untuk non-lansia bisa dilakukan kalau kabupaten atau kota kalau dosis pertamanya sudah mencapai 70 persen dan 60 persen dosis pertama pada lansia," ujar dia.
 
Pemerintah juga masih terus berupaya menyelesaikan vaksinasi primer. Vaksinasi primer menjadi prioritas.
 
"Vaksinasi primer tetap menjadi prioritas meski secara bersamaan kita melakukan vaksinasi booster," kata dia.

Baca: Menkes: Orang Tua Semangat Sekali Ikut Vaksin Booster
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id