DKI Terbitkan Prosedur Pengurusan Jenazah Terinfeksi Korona

    Cindy - 24 Maret 2020 17:30 WIB
    DKI Terbitkan Prosedur Pengurusan Jenazah Terinfeksi Korona
    Ilustrasi Balai Kota. Foto: Medcom/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta menerbitkan standar operasional prosedur (SOP) pengurusan jenazah terjangkit virus korona (covid-19). Prosedur itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 55/SE/2020 tentang Pelaksanaan Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di DKI Jakarta.

    “Kita tahu bahwa jenazah itu harus diperlakukan secara khusus. Dan ini sudah kita informasikan ke semua rumah sakit di Jakarta sehingga mereka tahu tata cara prosedurnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Maret 2020.

    Pemprov berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, serta para tokoh agama membahas SOP kegiatan pengurusan jenazah postifi korona. SOP bertujuan mencegah penularan virus dari jenazah ke petugas, pengunjung, dan lingkungan.

    Baca: DKI Gelontorkan Rp130 Miliar untuk Antisipasi Penyebaran Korona

    Widyastuti mengatakan SOP tersebut tak hanya berlaku bagi pasien terkonfirmasi positif, melainkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dan belum diketahui hasil pemeriksaan covid-19.

    Ia menjelaskan surat edaran itu memuat rinci tata cara pengurusan jenazah di ruang rawat hingga penguburan. Misalnya, keluarga harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap bila ingin melihat jasad sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

    "Jenazah tidak dilakukan suntik pengawet dan dibalsem. Jenazah dibungkus dengan kain kafan kemudian dibungkus dengan bahan plastik tidak tembus air, kemudian diikat,” jelas Widyastuti.

    Dalam SOP, petugas juga harus memastikan kantong jenazah tersegel dan tak boleh dibuka kembali. Kemudian, bagian luar kantong dengan cairan disinfektan. Pemprov DKI Jakarta menyediakan peti khusus bagi jenazah yang terinfeksi korona.

    Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti ditutup kembali menggunakan bahan plastik, serta dilakukan disinfeksi sebelum dimasukkan ke mobil ambulans. Jenazah juga ditaruh di ruangan khusus dan harus disemayamkan tidak lebih dari empat jam.

    “Setelah itu, rumah sakit yang menangani jenazah nantinya bisa menghubungi Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Jenazah diantar dengan mobil khusus dari dinas tersebut ke tempat pemakaman atau kremasi,” jelas Widyastuti.

    Penguburan atau kremasi juga diminta tanpa membuka peti jenazah. Selanjutnya, penguburan dilaksanakan di tempat pemakaman yang telah ditentukan.

    “Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Pemakaman yaitu di Pondok Ranggon Jakarta Timur, kemudian saat ini dibuka di Tegal Alur, Jakarta Barat,” ujarnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id