Tiga Hadis Tentang Perlunya Menjaga Kebersihan Badan

    Oase.id - 27 Maret 2020 10:00 WIB
    Tiga Hadis Tentang Perlunya Menjaga Kebersihan Badan
    Ilustrasi oleh Mucahit Y?ld?z dari Pixabay
    Jakarta: Salah satu upaya mencegah penularan virus korona (Covid-19) adalah dengan menjaga kebersihan diri. Terlebih dengan mencuci tangan menggunakan sabun secara rutin, detail, dan menyeluruh.

    Sejatinya, Islam memang menganjurkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan. Sebab Allah Swt pun menyukai hamba-Nya yang mensucikan diri, sebagaimana firman-Nya;

    "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)

    Rasulullah Muhammad Saw juga menganjurkan para sahabat dan umatnya menjaga kebersihan badan, di antaranya;


    Mencuci tangan

    Mencuci tangan dengan sabun dinilai efektif untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan virus. Sejak dahulu, Nabi Saw sudah menganjurkan umatnya untuk mencuci tangan, baik saat wudu, sebelum makan, sesudah makan, hingga sesudah bangun tidur. 

    Baca: Tiga Hadis Tentang Keutamaan Berdonasi


    Rasulullah Saw bersabda;

    "Apabila salah seorang di antara kalian bangun tidur, hendaknya ia menuangkan (air) ke atas tangannya tiga kali sebelum memasukkan (tangannya) ke dalam bejana, karena dia tidak mengetahui di mana tangannya berada (saat tidur).” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Imam Nawawi menyatakan, anjuran mencuci tangan ini tidak terbatas saat bangun tidur saja, melainkan kapan pun saat ragu apakah ada najis yang menempel di tangan atau tidak. 

    Saat tidur, terkadang seseorang tak menyadari apa yang disentuhnya, sehingga dianjurkan mencuci tangan dahulu sebelum memasukkan tangannya ke dalam kolam atau wadah berisi air lebih besar.

    Begitu pula di masa darurat korona seperti sekarang ini, kita tak bisa melihat bakteri dan virus dengan mata telanjang. Maka sebaiknya kita mencuci tangan sesering mungkin agar terhindar dari virus, bakteri dan kotoran.


    Menjaga kebersihan mulut

    Rasulullah Saw selalu menjaga kebersihan mulut, salah satunya dengan cara bersiwak, yakni menyikat gigi dengan dahan atau akar pohon yang dilembutkan ujungnya seperti sikat gigi.

    Menyikat gigi sangat dianjurkan, terlebih sebelum salat. Nabi Saw bersabda:

    "Sekiranya tidak memberatkan umatku atau manusia, niscaya aku akan perintahkan kepada mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali hendak salat." (HR. Bukhari)

    Imam Ibnu Hajar mengutip perkataan Ibnu Daqiq menyatakan, hikmah dianjurkan bersiwak setiap hendak salat adalah menyempurnakan kebersihan diri karena kemuliaan ibadah, karena salat adalah wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    Baca: Lafaz Azan 'Shallu fi Rihaalikum' dan Sejarah Anjuran Salat di Rumah


    Dengan menyikat gigi, seseorang juga menjaga agar orang lain tidak terganggu dengan bau mulutnya. Rasulullah Saw juga bersabda;

    "Siwak adalah pembersih mulut dan diridai Allah" (HR. Bukhari) 


    Mandi dan bersuci

    Cara paling efektif membersihkan badan adalah dengan mandi. Dalam Islam, bahkan ada mandi wajib dan mandi sunah.

    Mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, seperti seusai haid dan junub. Sedangkan mandi sunah dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya mandi sunah Jumat. 

    Nabi Saw bersabda;

    "Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkahnya, yang satu menghapus kesalahan dan satunya lagi meninggikan derajat." (HR. Muslim)

    Menjaga kebersihan badan, selain diniatkan untuk kebaikan diri sendiri, juga agar mendapatkan keridaan dan cinta Allah Swt. 

    Sahabat Nabi, Sa'id bin Al Musayyab berkata, bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Baik, dan menyukai yang baik, Maha Bersih dan menyukai yang bersih, Maha Pemurah, dan menyukai kemurahan, Maha Mulia dan menyukai kemuliaan, karena itu bersihkanlah diri kalian." (HR. Tirmidzi)

    Informasi gaya hidup Muslim lainnya bisa dibaca di Oase.id


    Sumber: Disarikan dari beberapa hadis dalam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, serta keterangan dalam Fathul Bari bi Syarhi Shahih Al-Bukhari karya Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani dan Shahih Muslim bi Syarhi An-Nawawi karya Mahyuddin Abi Zakariyya bin Syaraf An-Nawawi.



    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id