Rp2,7 T Santunan Kecelakaan Disalurkan Selama 2019

    Cindy - 05 Februari 2020 21:26 WIB
    Rp2,7 T Santunan Kecelakaan Disalurkan Selama 2019
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) menyalurkan santunan kepada korban kecelakaan hingga Rp2,7 triliun selama 2019. Dana itu diberikan kepada korban meninggal dunia maupun luka-luka. 

    "Ini bagian dari kehadiran pemerintah untuk menekan masalah sosial masyarakat," kata Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo di Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2020.

    Menurut dia, besarnya jumlah santunan itu bukan karena angka kecelakaan lalu lintas meningkat. Namun, santunan kepada korban naik hingga 100 persen. 

    Sejak Juni 2017, santunan untuk korban meninggal dunia naik dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta. Santunan cacat tetap maksimal hingga Rp50 juta dan santunan perawatan mencapai Rp20 juta. Santunan penggantian biaya penguburan jika korban tidak memiliki ahli waris menjadi Rp4 juta.

    Santunan manfaat tambahan penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) menjadi Rp1 juta. Santunan untuk manfaat tambahan penggantian biaya ambulans mencapai Rp500 ribu.

    Budi menyebut PT Jasa Raharja telah bekerja sama dengan 1.728 rumah sakit di seluruh Indonesia. Dia memastikan korban kecelakaan lalu lintas tak akan mengeluarkan dana di rumah sakit. 

    "Pada saatnya (korban) keluar rumah sakit, Jasa Raharja akan melakukan overbooking kepada pihak rumah sakit," ujar Budi. 

    Pembayaran santunan, kata dia, juga selesai kurang dari dua hari. Santunan diberikan secara langsung kepada rekening korban maupun keluarga. 

    Dalam menjalankan tugas ini, PT Jasa Raharja kembali bekerja sama dengan Polri perihal pemanfaatan data kecelakaan lalu lintas dan data kendaraan bermotor dengan sistem daring. Nota kesepahaman diteken langsung Kapolri Jenderal Idham Azis dan Budi Rahardjo. 

    Rp2,7 T Santunan Kecelakaan Disalurkan Selama 2019
    Penekenan MoU antara Mabes Polri dan PT Jasa Raharja. Foto: Medcom.id/Cindy

    "Tujuan kerjasama ini sangat mulia. Semoga kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban kecelakaan lalu lintas maupun data-data yang dibutuhkan oleh para pemilik kendaraan," kata Idham.

    Idham berharap jangkauan pelayanan Jasa Raharja terhadap masyarakat bisa meluas hingga ke daerah. Dengan begitu, pembayaran santunan terhadap korban meninggal atau luka-luka akibat kecelakaan dapat menjangkau wilayah terpencil. 

    Budi mengatakan pemanfaatan data kecelakaan lalu lintas secara daring dapat mempercepat informasi kecelakaan lalu lintas. Dengan begitu, pihaknya bisa secara cepat menerima laporan dan segera bertindak. 

    "Sehingga kita bisa mempercepat dan memberikan kepastian jaminan kepada korban baik korban meninggal dan korban luka-luka," ujar Budi.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id