Enam Kementerian Dukung Percepatan GNP2DS

    Gervin Nathaniel Purba - 12 September 2019 19:49 WIB
    Enam Kementerian Dukung Percepatan GNP2DS
    ?Enam Kementerian Dukung Percepatan GNP2DS. (Foto: Dok. Kemenaker)
    Jakarta: Sebanyak enam dari 17 Kementerian dan Lembaga (K/L) melakukan penandatanganan nota kesepahaman Modeling Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) dengan Lembaga Produktivitas Nasional (LPN). Kerja sama ini untuk mendukung percepatan GNP2DS dan menjadi role model bagi seluruh K/L.

    Keenam dari 17 K/L yang melakukan penandatanganan tersebut yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia, Universitas Trilogi, dan Universitas Krisna Dwipayana.

    “Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berharap nota kesepahaman tersebut bisa dijadikan starting point dalam modeling GNP2DS yang diterapkan di instansi pemerintah, dunia usaha /industri, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan secara masif dan berkesinambungan. Diperlukan dukungan seluruh komponen bangsa agar peningkatan produktivitas dan daya saing berjalan lebih cepat," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono, usai menandatangani nota kesepahaman modeling GNP2DS, di Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    GNP2DS adalah upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa secara terencana, terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan produktivitas nasional, kesejahteraan, dan daya saing bangsa.

    Strategi GNP2DS mencakup pengembangan sistem manajemen birokrasi, pengembangan dan inovasi teknologi, peningkatan kualitas SDM, dan pengembangan budaya produktif.

    Bambang menyebutkan empat tujuan GNP2DS. Pertama, untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran, akan arti pentingnya produktivitas dan daya saing, serta membangun komitmen untuk melaksanakan GNP2DS.

    Kedua, mendorong terciptanya langkah langkah startegis dalam pengembangan dan penguatan jejaring lembaga produktivitas yang telah dibentuk. Ketiga, meningkatkan pemahaman model praktik terbaik atau best practice pada strategi modeling GNP2DS.

    “Keempat, mengembangkan dan memperluas jejaring antar institusi pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat guna mensinergikan program dan kegiatan,“ kata Bambang,  yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPN.

    Ketua Tim Pokja LPN Bomer Pasaribu mengatakan, hingga kini LPN terus pro aktif bergerak menyinergikan kinerja pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing nasional.

    “Sinergi peningkatan produktivitas ini juga menyasar dunia usaha, lembaga pendidikan, dan elemen masyarakat,“ kata Bomer.

    Pada 2019, LPN memiliki target untuk menyusun Blue Print, Master Plan, Road Map, dan Pedoman Nasional Pelaksanaan GNP2DS. Selain itu, LPN juga akan menyusun draft konsep Panduan Pelaksanaan Teknis GNP2DS pengembangan jejaring kelembagaan produktivitas.
     



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id