comscore

Polisi Kawal Demo May Day di DKI Besok

Rahmatul Fajri - 30 April 2022 22:14 WIB
Polisi Kawal Demo <i>May Day</i> di DKI Besok
Ilustrasi unjuk rasa/Medcom.id
Jakarta: Polisi akan mengawal aksi peringatan Hari Buruh Internasional/May Day, pada Minggu, 1 April 2022. Partai Buruh dan sejumlah organisasi memperingati May Day dengan menggelar aksi demo di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bundaran HI.

"Jadi untuk besok tetap Polda Metro menyiagakan pengamanan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Sabtu, 30 April 2022.
Baca: Mepet Lebaran, Peringatan May Day Digeser ke 12 Mei

Meski demikian, Zulpan tidak memerinci berapa jumlah personel yang akan diterjunkan untuk mengamankan aksi demo di dua lokasi tersebut. Dari pemberitahuan yang diterima, ia mengatakan tidak banyak elemen buruh yang mengikuti unjuk rasa tersebut.

"Mungkin ini juga terkait situasi saat ini dalam menghadapi lebaran apalagi sebagian warga kita melaksanakan mudik lebaran," tuturnya.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan sejumlah organisasi serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan Gedung KPU dan Bundaran HI, Jakarta. Mereka melakukan aksi pada peringatan Hari Buruh, Minggu, 1 Mei 2022.

Aksi itu membawa sejumlah tuntutan, di antaranya menuntut pemilu jujur dan adil, menuntut turunnya harga bahan pokok. Kemudian, mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri Perdagangan M Luthfi imbas ditangkapnya Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana dalam kasus dugaan korupsi ekspor minyak CPO.

"Partai Buruh dan organ serikat buruh mendesak agar Mendag dicopot, karena selalu menyatakan ada mafia-mafia yang tidak bisa disentuh atau untouchable, ternyata dirjen-nya," kata Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 20 April 2022.

Disampaikan Said, aksi May Day yang akan diikuti sekitar 300 orang juga akan diikuti oleh serikat petani, forum guru honorer, buruh migran, petani, dan nelayan.

"Dan juga lokasi aksi selain di KPU adalah di Bundaran HI. Massa aksi sekitar 300 orang yang berasal dari organ buruh, guru honorer, tani, nelayan, miskin kota, buruh migran, PRT, UPC," ujarnya.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id