comscore

Satgas: Varian Covid-19 Baru Akan Terus Ada Selama Terjadi Penularan

Antara - 09 Desember 2021 22:28 WIB
Satgas: Varian Covid-19 Baru Akan Terus Ada Selama Terjadi Penularan
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta semua pihak mewaspadai kemunculan varian covid-19. Varian covid-19 baru disebut akan terus ada selama penularan masih terjadi.
 
"Saat ini, dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi kemunculan varian Omicron sejak ditetapkan oleh WHO sebagai varian yang menjadi perhatian atau variant of concern (VOC)," ujar juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Dia mengatakan penyebaran varian Omicron sudah meluas. Tidak hanya di negara-negara benua Afrika, namun juga lintas benua dengan total 57 negara.
 
"Sebelum Omicron telah ditemukan berbagai varian covid-19 seperti Alpha, Beta, Gamma, MU serta varian Delta yang saat ini menjadi varian paling dominan setelah sempat menyebabkan lonjakan kasus di beberapa negara," katanya.

Wiku mengatakan terdapat poin-poin penting dalam menghadapi dinamika varian covid-19 saat ini dan di masa datang. Salah satunya, pembelajaran adanya rentang waktu dalam mengidentifikasi karakteristik varian baru.
"Meskipun demikian, dengan teknologi saat ini masih dibutuhkan waktu untuk memastikan apakah perubahan genetik yang terjadi betul-betul akan mengubah karakteristik virus, baik dengan memperbanyak studi dan memperluas subjek penelitian," kata dia.

Baca: Pemda Diminta Aktifkan Kembali Posko Covid-19 Tingkat Desa
 
Dia menyampaikan dunia termasuk organisasi kesehatan dunia (WHO) juga terus belajar dari dinamika varian covid-19. Untuk itu, kata Wiku, sangat penting langkah antisipatif dan preventif dalam penanganan varian baru.

"Setidaknya terdapat tiga strategi preventif yang krusial dalam mencegah importasi kasus, yaitu kebijakan pada pintu masuk perjalanan internasional, kebijakan pengendalian mobilitas, dan kebijakan protokol kesehatan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Wiku menjelaskan Indonesia sedang berada dalam kondisi terkendali. Namun, dia mengingatkan kondisi yang terkendali dapat menjadi bumerang apabila lengah dan abai terhadap pembelajaran dari dinamika covid-19.
 
"Munculnya Omicron sebaiknya menjadi pengingat bahwa pandemi merupakan tantangan global yang tidak akan selesai apabila hanya beberapa negara saja yang berhasil mengendalikan kasus," kata dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id