comscore

Kemenkes Dorong Penguatan Prokes Selama Pelaksanaan PTM

Antara - 17 Juni 2022 04:07 WIB
Kemenkes Dorong Penguatan Prokes Selama Pelaksanaan PTM
MGN Summit Indonesia 2021: Publick Heath-Vaccine What to Expect varian baru virus covid-19. (Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penguatan protokol kesehatan selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Ini dilakukan guna mencegah penyebaran covid-19 menyusul kemunculan subvarian Omicron, yakni BA.4 dan BA.5.

"Kemenkes mendorong agar PTM dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.
Syahril menyampaikan menurut data per Selasa, 14 Juni 2022, tiga dari 20 kasus subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang terdeteksi di Indonesia merupakan anak-anak berusia lima hingga 12 tahun. Gejala yang timbul pada ketiga pasien anak tersebut relatif ringan.

Kemenkes mengingatkan kepada seluruh pihak terkait agar pemakaian masker selama pelaksanaan PTM diperketat. Pemakaian masker demi menghindari risiko paparan virus.

"Anak-anak harus dilatih dan ditugasi bagaimana protokol kesehatan tetap dilakukan, memakai masker dalam kelas, begitu juga di luar kelas," katanya.

Selain itu, kata dia, anak-anak perlu diingatkan untuk selalu memakai masker saat berada di tengah kerumunan banyak orang. Menurut dia, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 jadi pengingat masih perlunya memperkuat protokol kesehatan.

"Penguatan protokol kesehatan perlu menjadi perhatian semua pihak, termasuk juga pada saat pelaksanaan PTM," kata dia.

Baca: Kasus Covid-19 Meningkat, Jaga Pola Hidup Sehat

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan perlunya meningkatkan cakupan vaksinasi covid-19 hingga dosis penguat guna mengantisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Ketua Kelompok Kerja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menjelaskan perlunya tetap memakai masker jika berada di dalam ruangan, kendaraan umum, di tengah kerumunan. Khususnya saat sedang merasa sakit dan tidak enak badan.

"Selain itu, perlu peningkatan surveilans genomik pada pasien covid-19 bergejala sedang, berat, kritis atau meninggal," kata Burhan.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id