comscore

Kemenkes Sebut Sel Memori Ciptakan Antibodi Meski Efikasi Vaksin Menurun

Antara - 30 November 2021 22:48 WIB
Kemenkes Sebut Sel Memori Ciptakan Antibodi Meski Efikasi Vaksin Menurun
Ilustrasi: Medcom.id
Jakarta: Juru bicara vaksin covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tubuh memiliki sel memori yang bisa menciptakan antibodi terhadap covid-19. Meskipun efikasi vaksin mulai menurun setelah enam bulan penyuntikan, antibodi bisa terus diproduksi.

"Walaupun terjadinya penurunan efikasi, memori kita masih ada yang kemudian nanti pas ada virus masuk ke tubuh kita, sel memori akan membentuk lagi antibodi. Dengan adanya sistem-sistem yang siap sedia untuk menghadapi berbagai serangan virus, maka virus akan cepat dinetralisir," jelas Nadia dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

 



Dia menjelaskan orang yang sudah divaksinasi, walaupun antibodinya menurun setelah enam bulan, masih lebih baik dan terproteksi dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi sama sekali. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan efek sampingnya. 

Baca: Vaksinasi Warga Pedesaan di Sulsel Terkendala Maraknya Hoaks

Selain itu, manfaat dari vaksin bukan hanya untuk melindungi diri sendiri. Vaksinasi juga akan berdampak lebih besar apabila dilakukan bersama-sama yang dapat menciptakan kekebalan kelompok untuk menghentikan penularan virus di masyarakat.

Nadia menegaskan kembali vaksin covid-19 yang ada sudah dipastikan aman. Beragam merek vaksinasi telah diteliti secara ilmiah dan melewati serangkaian pengujian, baik pengujian pada hewan hingga uji klinis bertahap pada manusia.

Setidaknya, kata Nadia, ada 11 jenis vaksin di Indonesia yang mendapatkan izin penggunaan darurat. Vaksin itu sebagian digunakan oleh program pemerintah, program Vaksin Gotong Royong oleh perusahaan, dan sebagai salah satu alternatif untuk skema vaksinasi mandiri.

"Jadi peran vaksin adalah dengan divaksinasi covid-19 maka kekebalan individu terbangun. Kalau semua individu semakin banyak muncul kekebalannya, maka akan muncul kekebalan kelompok dan pada akhirnya permasalahan pandemi yang disebabkan oleh virus covid-19 menghilang," kata dia.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id