Salah Kaprah Kalau Najwa Shihab Sebut Terawan Harus Selalu Muncul

    Fachri Audhia Hafiez - 07 Oktober 2020 22:26 WIB
    Salah Kaprah Kalau Najwa Shihab Sebut Terawan Harus Selalu Muncul
    Editor Harian Media Indonesia Henri Siagian. Dok. Media Indonesia
    Jakarta: Belakangan, menghilangnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dari sorotan awak media menjadi perbincangan. Terawan dianggap tidak hadir di tengah gentingnya persoalan wabah virus korona (covid-19) di Indonesia.

    Wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong yang mestinya diisi oleh Terawan semakin memantik publik. Perbincangan tanpa narasumber tersebut viral di media sosial.

    Editor Harian Media Indonesia Henri Siagian mengatakan anggapan Terawan mesti selalu hadir di muka publik sesuatu yang salah kaprah. Bisa saja kesunyian Terawan dalam bekerja serta tanpa publikasi untuk mematuhi protokol komunikasi publik.

    "Salah besar jika orang berharap kepada Terawan untuk selalu hadir di ruang kaca di media massa, di areal publik, untuk menjelaskan mengenai pandemi covid-19," kata Henri di Jakarta dikutip Rabu, 7 Oktober 2020.

    Penyampaian informasi terkait virus korona sejatinya sudah ada tempat dan porsinya, yakni melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Lembaga yang awalnya bernama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sejak semula telah menunjuk juru bicara untuk membeberkan penjelasan ke publik.

    "Sehingga semua informasi seputar covid-19 itu melalui satu pintu. Semenjak itu praktis Terawan semakin jarang muncul di publik terkait covid-19," ujar Henri.

    Tanggung jawab soal pandemi tidak bisa hanya dibebankan ke Kementerian Kesehatan. Kewajiban itu mesti dipikul oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Mengutip tulisan Dewan Redaksi Media Group Gaudensius Suhardi berjudul Terawang Terawan, Henri menjelaskan Presiden dalam menjalankan tugasnya, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dibantu oleh menteri-menteri yang membidangi urusan tertentu di bidang pemerintahan.

    Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2015 tentang Kementerian Kesehatan menyebutkan Kementerian Kesehatan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.

    "Sehingga sangat jelas tanggung jawab atas urusan kesehatan di republik ini tetap berada di bawah presiden. Dan presiden hanya satu yaitu saat ini Presiden Joko Widodo," ujar Henri.

    Terawan bekerja selayaknya standar Menteri Kesehatan yang mengurus berbagai hal, tak cuma fokus pada penangangan virus covid-19. Pada masa awal pandemi, Indonesia juga dihebohkan dengan masalah kesehatan lainnya, yakni demam berdarah.

    "Karena memang bagi Presiden Joko Widodo kehadiran Terawan itu lebih pada persoalan manajemen dan preventif," ucap Henri.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id