• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BIN tak Terlibat Penangkapan Rizieq

Faisal Abdalla - 09 November 2018 05:02 wib
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama
Rizieq Shihab saat mengikuti sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dengan peristiwa penangkapan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi. BIN menegaskan Arab Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia.

"BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Twitter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar," kata Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 November 2018. 

Wawan juga menegaskan tidak ada anggota BIN yang mengontrak di dekat tempat tinggal Rizeq di Saudi, apalagi sampai memasang bendera dan memasang CCTV. Operasi intelijen di negara lain dilarang, sehingga tuduhan keterlibatan BIN dengan penangkapan Rizieq merupakan klaim sepihak dan tidak memiliki dasar bukti.

(Baca: TKN Jokowi: Pemerintah Melindungi Rizieq)

"Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu," tuturnya.

Sebaliknya, Wawan mengatakan BIN bertugas melindungi segenap bangsa Indonesia termasuk Rizieq. BIN tidak pernah menganggap Rizieq musuh meski yang bersangkutan berbeda pandangan politik.

"BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja," tegasnya. 

Lebih lanjut, Wawan justru menyatakan BIN beserta Kedutaan Besar RI di Arab Saudi siap memberikan pendampingan kepada Rizieq dalam mengatasi masalah ini. "Termasuk  memberikan jaminan atas pelepasan HRS, jadi tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoax," tandas Wawan.


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.