comscore

Pelonggaran Aturan Masker, Satgas Ingatkan Masyarakat Tetap Lindungi Kelompok Rentan

Ferdian Ananda - 23 Mei 2022 02:02 WIB
Pelonggaran Aturan Masker, Satgas Ingatkan Masyarakat Tetap Lindungi Kelompok Rentan
Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Jakarta: Pemerintah telah melonggarkan aturan pemakaian masker. Satgas Covid-19 mengingatkan masyarakat tetap melindungi kelompok rentan di sekitar masing-masing.

"Tidak lelah saya ingatkan, mari lindungi kelompok rentan di sekitar kita, para penderita komorbid, anak-anak, orang lanjut usia hingga mereka yang belum dapat vaksin," kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Minggu, 22 Mei 2022.
Ia menekankan semua orang tetap harus menjaga protokol kesehatan (prokes) untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan. Ia mengajak masyarakat terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menghindarkan diri dari penyakit.

"Jangan sampai kita tertular dan menjadi sumber penularan terlebih di tengah potensi adanya orang tanpa gejala. Pastikan jangan bawa virus pulang," tutur dia

Melihat dari sejarah pandemi dalam kehidupan manusia, jelas dia, transisi terjadi ketika masyarakat sudah menyadari pentingnya protokol hidup di dirinya dan keluarga masing-masing. Ada beberapa latar belakang yang menjadi dasar pemerintah mengambil langkah transisi secara bertahap.

Contohnya, adanya kenaikan kasus yang disebabkan adanya varian baru. Hal ini jauh lebih menentukan dibandingkan adanya acara-acara besar seperti periode tahun baru dan lebaran.

Baca: Satgas: PPKM Masih Relevan Meski Covid-19 Terkendali

Lalu, kekebalan atau antibodi masyarakat di Indonesia khusus pulau Jawa-Bali, sudah cukup tinggi. Dari hasil sero survei yang dilakukan pemerintah pada Desember 2021 dan Maret 2022, terlihat ada kenaikan cukup signifikan khususnya di Jawa-Bali. Pada hasil sero survei Desember lalu, angkanya mencapai 93 persen yang didapat dari vaksin maupun infeksi covid-19.

Sementara itu, hasil sero survei sebelum masa mudik lebaran pada grup orang yang sama, angkanya terjadi kenaikan dari 93 persen menjadi 99,2 persen. Data lainnya, kadar antibodi juga jauh lebih tinggi. Jika pada Desember 2021 rata-rata ordenya sekitar 500 - 600, kadar anti bodi naik ke angka 7000-8000 pada Maret 2022.

Hal ini membuktikan selain antibodi tumbuh, tetapi kadar antibodinya juga naik lebih tinggi. Alasannya karena banyak masyarakat yang sudah divaksin kemudian terkena Omicron. Hasil riset bahwa kombinasi dari vaksinasi ditambah infeksi maka akan membentuk super immunity yang bisa bertahan lama.

"Berdasarkan hal-hal ini, kita melihat masyarakat sudah memiliki daya tahan terhadap varian baru yang sudah beredar di dunia cukup baik. Sehingga demikian, kita melihat secara bertahap, kita bisa mulai melakukan langkah-langkah transisi awal dari pandemi menuju endemi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Pelonggaran penggunaan masker telah diumumkan Presiden Joko Widodo. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sudah diperbolehkan untuk tidak memakai masker.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id