Simak! Ini Prosedur Perawatan Pasien Covid-19 Berdasarkan Gejala

    Cindy - 27 Juni 2021 13:05 WIB
    Simak! Ini Prosedur Perawatan Pasien Covid-19 Berdasarkan Gejala
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Kementerian Kesehatan mengeluarkan tata laksana perawatan pasien covid-19. Tata laksana terkait perawatan terhadap orang tanpa gejala (OTG), bergejala sedang, hingga kritis.

    Tata laksana perawatan pasien covid-19 tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman dan Pengendalian Covid-19. Berikut isi lengkapnya!

    1. Orang tanpa gejala

    Orang tanpa gejala memiliki frekuensi napas 12-20 kali per menit dengan saturasi oksigen di atas 95 persen. Mereka yang positif tanpa gejala diizinkan isolasi mandiri di rumah atau fasilitas isolasi pemerintah. 

     



    Orang tanpa gejala tetap harus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin C, vitamin D, dan zinc. Perawatan selama 10 hari isolasi sejak pengambilan sampel yang dinyatakan positif covid-19. 

    Baca: Awas! Varian Delta Bisa Menular dalam Hitungan Detik
     

    2. Pasien dengan gejala ringan

    Pasien dengan gejala ringan antara lain demam, batuk kering ringan, kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman, kehilangan indra pengecapan, mialgia dan nyeri tulang. Kemudian, nyeri tenggorokan, pilek, bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitis. 

    Selanjutnya, kemerahan pada kulit atau perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 12-20 kali per menit, dan saturasi oksigen di atas 95 persen. Mereka yang bergejala ringan menjalani isolasi mandiri di rumah dan fasilitas isolasi pemerintah. 

    Pasien dengan gejala ringan tetap harus menjalani terapi oseltamivir atau favipiravir, azitromisin, dan vitamin C, vitamin D, serta zinc. Mereka harus menjalani perawatan selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala. 
     

    3. Pasien bergejala sedang

    Pasien bergejala sedang hampir mirip gejalanya dengan pasien bergejala ringan ditambah sejumlah indikasi lain. Yakni, napas pendek, sesak napas tanpa distress pernapasan, frekuensi napas 20-30 kali per menit, dan memiliki saturasi oksigen di bawah 95 persen. 

    Mereka dengan gejala sedang harus menjalani perawatan di rumah sakit lapangan, rumah sakit darurat covid-19, rumah sakit non rujukan, dan rumah sakit rujukan covid-19. Mereka juga harus menjalani terapi favipiravir atau remdesivir 200 mglv, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, D, dan Zinc. 

    Baca: Jakarta Darurat Covid-19

    Selanjutnya, mereka juga harus menjalani perawatan antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter Penanggung Jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada. Serta terapi oksigen secara noninvasif dengan arus sedang sampai tinggi (HFNC). 

    Pasien dengan gejala sedang harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala.
     

    4. Pasien dengan gejala berat atau kritis

    Pasien dengan gejala berat hampir mirip dengan gejala ringan maupun sedang. Namun, pasien gejala berat memiliki gejala lainnya seperti frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit dengan saturasi oksigen kurang dari 95 persen. 

    Kondisi kritis ditambah gejala antara lain gagal napas, sepsis, syok sepsis, dan multiorgan failure. Mereka dengan gejala berat atau kritis harus menjalani perawatan HCU atau ICU di rumah sakit rujukan covid-19. 

    Pasien gejala ini juga harus menjalani terapi favipiravir atau remdesivir 200 mglv, azitromisin, kortikosteroid, vitamin C, D, dan Zinc. 

    Selanjutnya, mereka juga harus menjalani perawatan antikoagulan LMWH/UFH berdasarkan evaluasi Dokter Penanggung Jawab (DPJP), pengobatan komorbid bila ada, ventilator dan terapi tambahan lainnya. Mereka harus dirawat sampai dinyatakan sembuh oleh DPJP dengan hasil polymerase chain reaction (PCR) negatif dan klinis membaik. 

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id