Said Aqil: Masih Ada Ulama Besar Suuzan dengan Vaksinasi Covid-19

    Anggi Tondi Martaon - 23 Juli 2021 18:43 WIB
    Said Aqil: Masih Ada Ulama Besar Suuzan dengan Vaksinasi Covid-19
    Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dalam HUT ke-23 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).



    Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku masih ada ulama besar tak percaya dengan vaksin covid-19. Bahkan, mereka berprasangka buruk terhadap upaya pemerintah membentuk antibodi masyarakat Indonesia melawan virus covid-19 tersebut.

    "Suuzan bahwa vaksin itu merupakan pembantaian massal," kata Said Aqil dalam HUT ke-23 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ditayangkan secara virtual, Jumat, 23 Juli 2021.

     



    Dia sangat prihatin masih ada pemuka agama Islam tak percaya vaksin covid-19. Hal ini tentu berdampak buruk terhadap Islam.

    "Nanti Islam tidak rasional, Islam bertentangan dengan ilmu pengetahuan, Islam tidak realistis, NU tidak realistis, NU berpikir sangat kuno, dan tidak sesuai dengan tuntutan zaman, seperti itu nanti bahayanya," tutur dia.

    (Baca: Menepis Mitos Vaksin Covid-19)

    Dia mengaku telah berupaya memberikan penjelasan kepada ulama yang tak memercayai vaksin covid-19. Namun, hal itu belum berhasil.

    Said Aqil meminta bantuan PKB memberikan penjelasan terkait pentingnya vaksinasi covid-19. Sehingga, upaya tersebut bisa berhasil mengeluarkan Indonesia dari wabah.

    "Ayo sukseskan vaksinasi, itu masih ada kiai, ya bukan kiai kecil lah lagi, bukan kiai imam musala yang masih nggak percaya covid-19, suuzan dengan kebijakan vaksinasi. Tolong PKB juga harus menyadarkan bersama-sama," ujar dia.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id