Korban Ledakan Granat Duren Sawit Sering Rasakan Pusing dan Mual

    Anggi Tondi Martaon - 20 November 2015 15:21 WIB
    Korban Ledakan Granat Duren Sawit Sering Rasakan Pusing dan Mual
    Kondisi Supriyatna Maulana, 37, korban ledakan granat di Duren Sawit--Metrotvnews.com/Anggitondi



    medcom.id, Jakarta: Kondisi Supriyatna Maulana, 37, korban ledakan granat di Duren Sawit masih terbaring di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Perlahan konsidi Supriyatna mulai membaik.

    Pantauan Metrotvnews.com, sesekali Supriyatna duduk di tempat tidurnya dibantu oleh Istri korban, Mistiyah, 43. Supriyatna terlihat masih menahan rasa sakit, dan Mistiyah mengingatkan untuk istighfar kepada suaminya. "Istighfar pak, ngucap," kata Mistiyah di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).

    "Allahuhakbar, astagfirullah," ucap Supriyatna sambil meringis kesakitan.

    Mistiyah mengungkapkan, saat ini suaminya sering merasakan pusing, dan mual. "Sakit di bekas luka, di dada, kepala bapak sering pusing, dan mual," singkat dia.

    Masih ada lima perban di tubuh Supriyatna. Tiga perban berada di dada dan dua perban berada di tangan kanan.

    Pagi tadi, Supriyatna sudah menjalani pemeriksaan rontgen. Namun Mistiyah belum mengetahui jadwal operasi pengangkatan benda asing dari tubuhnya. "Belum tahu kapan, tadi pagi habis dirontgen dokter," singkat Mistiyah sambil memijat kepala suaminya.

    Mistiyah mengatakan kondisi Supriyatna sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Supriyatna belum bisa diajak bicara, tubuhnya pun terlihat sangat lemas. Selang oksigen yang terpasang di hidungnya sudah dilepas. Mistiyah tak tahu kapan operasi pengangkatan benda‎ asing di tubuh korban.

    Supriyatna sempat dirawat di RS Islam Jakarta, Pondok Kopi, sebelum dirujuk ke RSCM. Direktur Utama RS Islam Pondok Kopi Denny P. Machmud mengatakan, pasien korban kasus pelemparan granat di Gedung Multi Piranti Duren Sawit, Jakarta Timur, itu sudah menjalani operasi pengangkatan serpihan benda asing pada Senin, 16 November.

    Supriyatna kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lanjutan. "Tuan M ini membutuhkan pemantauan tim dokter dengan fasilitas lebih lengkap," kata Denny, Rabu 18 November.

    Gedung Multi Piranti Graha, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilempar granat jenis manggis sekitar pukul 03.30 WIB, Senin 16 November. Saat itu, Maulana sedang istirahat di lobi.(YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id