Pemerintah Kaji Komprehensif Dioksin pada Telur Ayam

    Media Indonesia - 03 Desember 2019 22:45 WIB
    Pemerintah Kaji Komprehensif Dioksin pada Telur Ayam
    Menteri LHK Siti Nurbaya berdiskusi dengan para ahli, akademisi, dan pejabat membahas dioksin pada ayam di Gedung Kementerian LHK, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019. Foto: Kementerian LHK
    Jakarta: Pemerintah akan mengkaji secara komprehensif dugaan kandungan dioksin pada telur ayam kampung yang ditemukan di Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kajian mendalam diperlukan untuk membuktikan kebenaran kajian independen yang dilakukan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan.

    "Ini penting karena pemberitaan (soal dioksin) telah tersebar dan memberi pengaruh kepada  masyarakat. Sehingga, kami memandang perlu untuk mendalaminya," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Kementerian LHK telah mengambil sampel telur yang diduga mengandung dioksin pada akhir November lalu. Pemerintah bahkan telah membentuk tim khusus yang sudah memulai diskusi terfokus (FGD) tak lama setelah sampel diambil.

    Tim melibatkan sejumlah peneliti dari sejumlah kampus dan pemerintah daerah. Mereka adalah peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo.

    Kajian mendalam, kata Siti, juga dilakukan untuk kepentingan memulihkan lingkungan akibat rantai pasok bahan baku impor kertas yang mengandung sampah dan limbah. Impor sampah itu umumnya berasal dari Australia, Jerman, hingga Amerika.

    "Studi ini juga mencakup aspek sosial dan ekonomi di dua desa, yakni Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto; dan Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo," tambah Siti. 

    Siti menambahkan studi komprehensif dilakukan karena jumlah sampel yang diambil oleh lembaga independen tidak merepresentasikan kondisi secara utuh. Termasuk, protokol sampling dan uji laboratorium. 

    "Demikian pula dalam kaitan sifat dan karakteristik hewan ujinya, seperti ayam. Hal-hal seperti ini harus didalami dan perlu dikonfirmasi dengan data dan evaluasi hasil sampling serta uji laboratorium," kata Siti. 

    Pakar kehewanan dari Universitas Airlangga, Prof Lazuardi, menjelaskan ayam merupakan hewan sensitif. Secara teori, ayam akan mati terlebih dahulu sebelum racun masuk ke dalam telur. 

    "Secara teori, sebelum racunnya masuk ke telur, ayam sudah mati. Meskipun, bisa saja ada teori akumulasi. Inilah yang juga akan didalami secara ilmiah," ujar Lazuardi yang juga menjadi salah satu bagian dari tim pengkaji.

    Sebelumnya, sejumlah lembaga pemerhati lingkungan mengungkap penelitian yang mengidentifikasi telur ayam di Desa Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur, tercemar 16 jenis bahan beracun. Salah satunya mengandung dioksin. Kandungan bahan berbahaya itu diduga karena ayam-ayam tersebut terpapar asap hasil pembakaran sampah plastik impor dari pabrik tahu di sekitarnya.





    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id