Penggunaan Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Sejak Desember 2020

    Adri Prima - 01 Mei 2021 05:16 WIB
    Penggunaan Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu Sejak Desember 2020
    Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra menginterogasi tersangka PM. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus



    Jakarta: Para tersangka kasus penggunaan alat uji cepat antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara, sudah diamankan pihak berwajib. 

    Kelima tersangka berinisial PM, DP, SP, MR dan RN yang semuanya bekerja di PT Kimia Farma Diagnostik. 






    Berdasarkan penelusuran, praktik penggunaan alat rapid test bekas pakai yang kembali digunakan untuk penumpang bandara tersebut ternyata sudah berlangsung cukup lama sejak Desember 2020. 

    Dari hasil pekerjaan kotor mereka, para oknum tersebut bahkan meraup keuntungan hingga Rp1,8 Miliar. 

    "Kurang lebih yang kami hitung kalau dari Desember 2020, perkiraan kami Rp1,8 miliar," kata Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Panca Putra, melansir Antara, Jumat, 30 April 2021. 

    Jumlah tersebut diperkirakan berdasarkan estimasi penggunaan layanan tes uji cepat covid-19 di Bandara Kualanamu sebanyak 200 orang per hari. Pihaknya telah menyita barang bukti Rp149 juta dari tangan tersangka.
     
    Penyidik Polda Sumut masih melakukan pengembangan penyelidikan. Hal itu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya tersangka baru.

    Sebelumnya, polisi melakukan  penggerebekan pada Selasa sore, 27 April 2021, perihal dugaan pemakaian alat rapid tes bekas di Bandara Kualanamu. Polisi mendatangi laboratorium PT Kimia Farma Diagnostik di lantai mezanin Bandara Kualanamu.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id