Edukasi Covid-19 Bisa Lewat Gawai

    Candra Yuri Nuralam - 26 Maret 2020 09:39 WIB
    Edukasi Covid-19 Bisa Lewat Gawai
    Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien korona di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat, 13 Maret 2020. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Aliansi Telemedika Indonesia (Atensi) mengembangkan edukasi tentang virus korona (covid-19) melalui teknologi telemedik. Masyarakat kini bisa meminta layanan hanya dengan gawai.

    "Manfaat itu mulai penyediaan informasi sebagai upaya edukasi dan kesiapsiagaan hingga berkonsultasi secara interaktif atau online," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Menurut dia, sistem ini bisa digunakan siapa pun. Publik bisa mendapatkan informasi penting terkait kebijakan pemerintah maupun pencegahan virus korona dengan benar.

    "Melalui layanan ini, masyarakat dapat meminimalkan kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga isolasi mandiri dan social/physical distancing (jaga jarak) dapat lebih efektif," ujar Agus.

    Warga bisa berkonsultasi terkait penyakit yang diderita. Dokter akan memberikan rekomendasi sesuai keluhan pengguna.

    "Mitra dokter dapat menganjurkan pengguna untuk melakukan isolasi diri sendiri. Namun, apabila mitra dokter menemukan adanya indikasi pengguna dengan kemungkinan risiko tinggi, mitra dokter dapat merekomendasikan pengguna untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit rujukan penanganan," ucap Agus.

    Layanan ini, jelas Agus, juga terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat dari lokasi pengakses. Selain itu, layanan terkoneksi dengan rumah sakit rujukan covid-19 berstandar protokol resmi dari pemerintah.

    Edukasi Covid-19 Bisa Lewat Gawai

    Baca: Jabar Kembangkan Aplikasi Pelaporan dan Informasi Korona

    "Jangkauan layanan telemedik ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah terindikasi rawan penyebaran covid-19," tutur Agus.

    Masyarakat bisa mengakses layanan itu selama 24 jam nonstop dengan bebas biaya. Sebanyak 12 perusahaan digital dalam Atensi sudah bekerja sama dengan pemerintah, yakni DokterSehat, Alodokter, Halodoc, SehatQ, KlikDokter, Good Doctor Technology Indonesia, ProSehat, Link Medis Sehat, Klinikgo, Perawatku.id, Aveecena, dan Docquity.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id