Warga Natuna 'Mencair' Usai Dialog

    Nur Azizah - 07 Februari 2020 17:38 WIB
    Warga Natuna 'Mencair' Usai Dialog
    238 WNI dari Wuhan, Tiongkok tiba di Batam. Foto: DOK Kemenlu
    Jakarta: Pemerintah memastikan telah memberikan penjelasan kepada masyarakat Natuna, Kepulauan Riau terkait tempat observasi WNI dari Wuhan, Tiongkok di wilayah itu. Warga disebut mengerti dan menerima usai dialog.  

    "Pak Menkopolhukam (Mahfud MD) sampaikan perlunya kita tumbuhkan semangat solidaritas sosial. Bagaimana kita punya empati dan kepedulian terhadap saudara kita," kata pelaksana tugas (Plt) Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Pertahanan Keamanan dan Hak Asasi Manusia Jaleswari Pramodhawardani di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Februari 2020.

    Dialog turut dihadiri Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Dialog diisi edukasi terkait penanganan virus korona dan penyebarannya. 

    Pemerintah menegaskan 238 WNI yang dikarantina dinyatakan bebas terjangkit virus korona. Mereka wajib diobservasi sesuai prosedur organisasi kesehatan dunia (WHO).

    "Semua upaya di Natuna adalah wujud negara hadir," tegas dia.

    Jaleswari menyebut unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Natuna dipicu dari informasi yang tak utuh. Setelah penjelasan, warga tak keberatan dengan keberadaan 238 WNI yang dikarantina.

    Warga Natuna 'Mencair' Usai Dialog
    Menkopolhukam Mahfud MD dan Menkes Terawan Agus Putranto mengikuti zikir dan doa bersama di Masjid Agung Natuna, Kepulauan Riau, Kamis, 6 Februari 2020. Foto: ANT/M Risyal Hidayat. 

    "Tokoh masyarakat sampaikan bahwa tak perlu khawatir dan sudah memiliki informasi yang memadai untuk melihat situasi ini. Sehingga akhirnya tak keberatan menerima saudara-saudara di sana," beber dia. 

    WHO menetapkan wabah virus korona menjadi darurat kesehatan global. Jumlah kematian melonjak menjadi 636 jiwa dan menginfeksi 30.000 orang per Jumat, 7 Februari 2020.
     
    Infeksi virus korona bermunculan di sedikitnya 25 negara. Sejumlah negara beramai-ramai mengevakuasi warga termasuk Indonesia.
     
    Sebanyak 238 WNI dievakuasi dan sedang menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Keputusan ini bukan tanpa gejolak.
     
    Warga Natuna beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. Mereka menolak Natuna dijadikan tempat karantina. 





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id