Perusahaan Pengirim Ika Sulastri Terancam Sanksi Berat

    Kautsar Widya Prabowo - 05 Juni 2020 04:14 WIB
    Perusahaan Pengirim Ika Sulastri Terancam Sanksi Berat
    Kepala BP2MI Benny Rhamdani (jaket hitam). Foto: Dok. Humas BP2MI
    Jakarta: PT Elshafah Adi Wiguna Mandiri terancam sanksi berat atas dugaan pelanggaran saat mengirim pekerja migran Indonesia (PMI) Ika Sulastri ke Riyadh, Arab Saudi. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dalam menjatuhkan sanksi kepada perusahaan tersebut.

    "Kita rekomendasikan ke Kemenaker untuk memberikan sanksi pencabutan surat izin," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani kepada Medcom.id, Kamis, 4 Juni 2020.

    PT Elshafah Adi Wiguna Mandiri diduga mengirim Ika Sulastri ke Riyadh, Arab Saudi, secara ilegal pada 16 Januari 2020. Karena Kemenaker telah melarang pengiriman PMI ke Arab Saudi. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI Pada Penggunna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah.

    Benny memastikan PT Elshafah Adi Wiguna Mandiri akan dibatasi dalam mengakses sistem BP2MI. Dengan begitu, perusahaan tersebut tak dapat lagi menempatkan pekerja migran di luar negeri.

    "(Kasus) ini tidak pernah ilang, sepanjang pengiriman ilegal itu dibiarkan terus dan negara tidak hadir. Ini momentum negara hadir dan hukum harus bekerja," imbuhnya.

    Benny mengatakan BP2MI masih fokus memulangkan Ika Sulastri ke Tanah Air. Setelah Ika Sulastri kembali, pemerintah baru akan menjatuhi sanksi kepada PT Elshafah Adi Wiguna Mandiri.

    Baca: BP2MI Bakal Pulangkan Ika Sulastri ke Indonesia

    Dalam potongan percakapan pesan singkat WhatasApp, Ika Sulastri, melaporkan kekerasan yang dialaminya. Ika menyebut luka setelah melahirkan secara sesar pada sembilan tahun lalu kembali meradang lantaran harus turun naik tangga dengan membawa beban yang berat.

    Ika sudah mengajukan berhenti bekerja. Namun, dia harus membayar denda enam rial. Selain itu, kekerasan fisik lain sering dialaminya. Dia mengaku diludahi hingga dijewer majikan yang menyebabkan luka yang serius.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id