Regulasi Batas Atas Bawah Ojol Dinilai Tepat

    Kautsar Widya Prabowo - 27 Maret 2019 04:21 WIB
    Regulasi Batas Atas Bawah Ojol Dinilai Tepat
    Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
    Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyambut positif regulasi pengaturan tarif baru ojek online (ojol). Penetapan model tarif batas atas dan batas bawah dinilai sebagai langkah yang tepat.

    "Batas atas untuk menjamin agar tidak terjadi eksploitasu tarif pada konsumen yang dilakukan oleh aplikator dan tarif batas bawah untuk melindungi agar tidak ada banting tarif dan atau persaingan tidak sehat antar aplikator, ini langkah tepat," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dilansir Antara, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

    Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan kenaikan tarif ojol mulai 1 Mei 2019. Besaran kenaikan untuk di Jabodetabek, tarif batas bawah ojol per km sebesar Rp2.000, sementara batas atasnya Rp2.500.  

    "Dalam moda transportasi umum, model tarif semacam itu adalah hal yang lazim. Walaupun dalam hal ini status hukum ojol belum atau bukan sebagai angkutan umum," kata Tulus.

    YLKI meminta Kemenhub dapat bersinergi dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi untuk melakukan pengawasan agar tidak ada pelanggaran regulasi di lapangan, baik oleh pengemudi dan atau aplikator. Terlebih dengan kehadiran ojol yang semakin masif, mencapai 50 persen atau 527 lokasi di kabupaten kota seluruh Indonesia.

    "Tanpa campur tangan pemerintah, dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi hak-hak konsumen atau bahkan hak-hak pengemudi sebagai operator ojol," pungkasnya.

    (Baca: Kenaikan Tarif Ojol Harus Menjamin Keselamatan Penumpang)

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menetapkan tarif ojek online terbaru. Tarif ditentukan berdasarkan tiga zona. Zona pertama adalah Sumatera, Jawa, dan Bali.
     
    Zona kedua Jabodetabek, dan zona ketiga mencakup Kalimantan dan Sulawesi. Jabodetabek dipisahkan dari Sumatera dan Jawa atau zona satu karena ojek daring sudah menjadi kebutuhan primer bagi warga di daerah tersebut.
     
    Untuk zona I, biaya jasa minimal berkisar antara Rp7.000-Rp10.000, dengan biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850 dan biaya jasa batas atas Rp2.300. Untuk zona II, atau Jabodetabek, biaya jasa minimal sebesar Rp8.000-Rp10.000, dengan biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.000 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500.
     
    Sedangkan untuk zona III, biaya jasa minimal adalah Rp7.000-Rp10.000. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600. Semua tarif yang ditentukan belum ditambah biaya dari aplikator sebesar 20 persen.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id