comscore

Tarif KRL Naik Mulai April 2022, Ini Alasan Kemenhub

MetroTV - 18 Januari 2022 22:39 WIB
Tarif KRL Naik Mulai April 2022, Ini Alasan Kemenhub
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati. Foto: Dok/Metro TV
Jakarta: Kementerian Perhubungan berencana menaikkan tarif dasar perjalanan KRL sebesar Rp2.000 yang didasari oleh survei kemampuan dan keinginan membayar pengguna untuk KRL. Melalui kenaikan tarif, para pengguna berharap peningkatan kualitas dari kenyamanan stasiun dan KRL juga ikut meningkat.

Siap-siap bagi para pengguna KRL, kenaikan tarif ini akan diterapkan pada April 2022 mendatang. Perlu diketahui bahwa kenaikan sebesar Rp2.000 hanya pada tarif dasar yaitu 25 km pertama perjalanan, sehingga pengguna tetap dikenakan Rp1.000 untuk 10 km selanjutnya.

 



Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan, alasan penyesuaian tarif KRL ini karena tarif yang berlaku sekarang merupakan subsidi dari pemerintah. Menurutnya, pemerintah telah mensubsidi Rp11.981 per orang dari tarif awal operator sebesar Rp14.981.

“Jika bicara tentang tarif operasionalnya, angkanya kita-kita 14.900-an, sedangkan yang dibayarkan masyarakat saat ini rata-rata Rp3.000 untuk 25 km pertama, jadi memang 80% adalah subsidi dari APBN kita,” ujar Adita Irawati dalam tayangan Sisi Metropolitan di Metro TV pada Selasa, 18 Januari 2022.

Adita juga menegaskan bahwa kenaikan ini diperlukan karena sejak tahun 2015, tarif KRL belum pernah naik, sehingga beban subsidi semakin meningkat.

"Pihak operator dan Kemenhub telah semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan. Jika dilihat saat ini, stasiun sudah sangat nyaman meskipun kita sedang di masa pandemi," ujar Adita.

Setiap tahunnya, Kemenhub memberikan dana kewajiban pelayanan publik atau public service obligation pada PT KAI untuk mensubsidi tarif KRL mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai seharusnya ada penambahan PSO bagi KRL, namun alternatif lain berupa kenaikan tarif yang harus ditanggung konsumen terjadi karena pemerintah tidak memiliki dana yang cukup.

"Dari survei YLKI, memang ada ruang bagi pemerintah untuk menaikkan tarif KRL sebesar Rp2.000, namun harus sesuai dengan permintaan dari 1.056 responden yang meminta dibarengi dengan adanya peningkatan dalam pelayanan di stasiun maupun KRL," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Menurut KCI, dalam beberapa tahun terakhir KCI dan Kementerian Perhubungan terus melakukan peningkatan fasilitas dan telah dirasakan langsung oleh para pengguna KRL.

Peningkatan pelayanan berupa revitalisasi stasiun hingga penambahan perjalanan layanan KRL. Kemenhub juga menambahkan, dengan adanya kenaikan tarif ini, subsidi pemerintah dapat dialihkan untuk peningkatan pelayanan pada KRL di luar Jabodetabek. (Leres Anbara)

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id