comscore

BPOM: Masa Kedaluwarsa Vaksin Bisa Diperpanjang 3 Bulan

Media Indonesia.com - 06 April 2022 20:21 WIB
BPOM: Masa Kedaluwarsa Vaksin Bisa Diperpanjang 3 Bulan
Kepala BPOM, Penny K. Lukito. Medcom.id/Theo
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan batas vaksin covid-19 yang baru diproduksi sesuai dengan standar internasional. Sehingga masa kedaluwarsa vaksin bisa diperpanjang minimal tiga bulan.

"Semua pengawas obat di berbagai negara melakukan hal yang sama, karena ini adalah ketentuan yang lazim dilakukan sepanjang industri farmasi pemegang izin edar mampu memberikan data uji stabilitas yang terbaru setelah tiga bulan untuk dipertimbangkan diperpanjang masa shelf life dengan mengganti labeling," kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 April 2022. 
Selama vaksin masih menunjukkan kestabilan dari masa lebih tiga bulan setelah penilaian Emergency Use Authorization (EUA), vaksin tersebut memungkinkan mendapatkan perpanjangan. Terdapat beberapa vaksin yang mendapatkan perpanjangan di Indonesia.

Baca: 1,53 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berpotensi Kedaluwarsa Bulan Ini

Seperti Vaksin Covid-19 Bio Farma, Sinopharm 1 dosis, dan CoronaVac diperpanjang hingga 12 bulan. Sementara AstraZeneca dan Pfizer 9 bulan serta Sinopharm 2 dosis 11 bulan. Selain vaksin covid-19, vaksin meningitis juga mendapatkan perpanjangan shelf life dari 24 bulan menjadi 36 bulan.

"Jadi pemahaman kedaluwarsa di masyarakat selama ini bahwa kualitas yang menurun. Tapi untuk vaksin covid-19 atau apa pun yang diperpanjang masanya itu masih berkembang. Jadi tidak bisa juga dibandingkan pengertian kedaluwarsa seperti makanan selama ini," jelas dia.

Vaksin covid-19 ini merupakan jenis vaksin yang masih berkembang karena situasi pandemi. Sehingga regulator harus memberikan akses yang singkat dan cepat sehingga bisa digunakan produknya.

Baca: Kemenkes Terus Data Jumlah Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa

Untuk keamanan, Penny menekankan bahwa vaksin yang diperpanjang harus mengandung parameter kestabilan. Antara lain potensi, kadar antigen yang masih aktif, pH (tingkat keasaman), sterilitas, dan sebagainya.

Pada awalnya vaksin memiliki batas penyimpanan selama 3 bulan, kemudian potensinya masih ada kembali diperpanjang tiga bulan lagi. Bila ternyata vaksinnya masih berkembang, maka bisa diperpanjang lagi tiga bulan.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id