Uskup Agung: Umat Kristiani Tak Mengalami Penganiayaan

    Siti Yona Hukmana - 02 April 2021 05:25 WIB
    Uskup Agung: Umat Kristiani Tak Mengalami Penganiayaan
    Gereja Katedral Jakarta/MI/Susanto.



    Jakarta: Uskup Agung Mgr Iganitus Suharyo menegaskan umat kristiani tidak sedang mengalami penganiayaan. Hal tersebut menampik dugaan penganiayaan setelah teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. 

    "Saya diwawancarai oleh wartawan luar negeri, mereka itu dengan peristiwa yang kemarin di Makassar berpikir terlalu jauh, bahwa ada penganiayaan terhadap umat Kristiani. Saya tegaskan kami di sini merasa tidak seperti itu, tidak mengalami penganiayaan apa pun," kata Iganitus di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis, 1 April 2021. 






    Menurut dia, teror itu tidak hanya menyasar umat Kristiani. Aksi teror juga terjadi di tempat lain, salah satunya Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 31 Maret 2021. 

    "Yang diserang oleh saudara-saudara kita itu bukan hanya umat Katolik saja, tapi bangsa kita. Karena kemarin Mabes Polri juga diserang. Jadi yang diserang itu bukan karena hal yang spesifik agama, tapi rupanya ada hal yang lain," ungkap Iganitus. 

    Baca: Besok, Panglima TNI Cek Tempat Ibadah di Makassar dan Manokwari

    Meski begitu, dia tidak cemas. Sebab, di tengah serangan teror aparat TNI-Polri hadir untuk memastikan keamanan. 

    Terlebih, pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) langsung meninjau Makassar pascaserangan teror. 

    "Itu bukti yang sangat jelas bagi wartawan luar negeri bahwa yang saya katakan benar dan tidak sekadar menutupi masalah dan sejauh saya baca laporan mereka itu yang dilaporkan umat Katolik khususnya ketika kita merayakan tri hari suci ini, merasa aman. Saya kira itu penting sekali supaya mereka tidak membayangkan negara kita negara yang amburadul," ujarnya. 

    Dia berterima kasih kepada TNI-Polri, khususnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran yang datang ke Gereja Katedral Jakarta. Kehadiran aparat TNI-Polri dinilai menumbuhkan rasa  aman dalam menjalankan ibadat Jumat Agung hingga Paskah pada 2 dan 4 April 2021 di Ibu Kota. 

    Kemudian, dia mengimbau jemaat untuk datang beribadat seperti biasa. Percayakan keamanan kepada aparat TNI-Polri. Namun, dia tetap meminta waspada dan tidak memberikan kesan ketakutan di masyarakat.

    "Enggak perlu itu semua, karena yang menjaga kita adalah lembaga yang bertanggung jawab terhadap keamanan negeri ini, yang menjalankan tugas dengan sebaik baiknya. Enggak usah takut apa-apa, kita dijaga oleh bapak-bapak dan ibu-ibu ini," imbau Uskup Agung. 

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran mengecek gereja-gereja yang menyelenggarakan ibadat Jumat Agung hingga Paskah di Ibu Kota. Guna memastikan keamanan bagi umat Kristiani. 

    Sebanyak 5.990 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan menjaga 833 gereja di Jakarta. Dari ratusan gereja itu, ada empat gereja besar menjadi skala prioritas. 

    Gereja tersebut ialah Gereja Katedral, Pasar Baru, Jakarta Pusat; Gereja Immanuel, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat; Gereja HKBP Petojo, Grogol, Jakarta Barat; dan Gereja Katolik Santo Kristoforus Petamburan, Jakarta Barat. Sebanyak 155 personel siap menjaga masing-masing gereja besar itu.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id