MUI Tak Sepakat Materi Khotbah Jumat dari Kemenag Diwajibkan

    Fachri Audhia Hafiez - 22 Oktober 2020 18:50 WIB
    MUI Tak Sepakat Materi Khotbah Jumat dari Kemenag Diwajibkan
    Ilustarsi salat Jumat. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi)
    Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung rencana Kementerian Agama (Kemenag) untuk memasok materi khotbah salat Jumat. Tetapi, MUI tak sepakat materi tersebut bersifat wajib disampaikan oleh khatib.

    "Kalau menjadi seragam (materi) khotbah (misalnya) di Masjid Istiqlal sama di pelosok, MUI menolak. Tapi kalau jadi alternatif buku pegangan khotbah khatib ya tidak ada masalah," kata Wakil Sekjen Dewan Pimpinan MUI Nadjamuddin Ramly saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Nadjamuddin mengatakan materi khotbah Jumat tidak bisa diseragamkan lantaran beberapa pengurus masjid di Indonesia tidak digaji langsung oleh pemerintah. Masjid di Indonesia seperti di pelosok justru dibangun dan diurus secara swadaya masyarakat.

    Berbeda dengan masjid di sejumlah negara yang takmir atau pengurus masjid diberi surat keputusan (SK) oleh pemerintahnya. Sehingga ada ketentuan yang harus dipatuhi.

    "Masjid di Indonesia ini beda dengan di Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Qatar, takmir masjid itu di-SK-an oleh negara," ucap Najamuddin.

    Baca: Kemenag Bakal Pasok Materi Khotbah Jumat

    Najamuddin mengaku belum ada koordinasi antara Kemenag dengan MUI terkait pasokan khotbah Jumat tersebut. Namun ia meyakini materi khotbah kontekstual terhadap situasi saat ini.

    Sebab, Kemenag sejatinya telah lama mencetak buku panduan khotbah Jumat. Penyusun materi diyakini sudah sesuai kompetensi.

    "Ada pakar, doktor, alumni timur tengah di Kementerian Agama yang punya kompetensi itu," ucap Najamuddin.

    Sebelumnya, Kemenag berencana memasok materi khotbah salat Jumat. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas para pemuka agama/khatib.

    "Saat ini diperlukan materi khotbah salat Jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

    Kemenag, kata dia, berupaya menjalankan program-program yang tujuannya untuk mempromosikan moderasi beragama. Selain materi khotbah, Kemenag bakal membarui buku-buku ajar serta pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id