Pemerintah Kampanyekan 'Ingat Pesan Ibu' Lawan Covid-19

    Nur Azizah - 01 Oktober 2020 21:06 WIB
    Pemerintah Kampanyekan 'Ingat Pesan Ibu' Lawan Covid-19
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah mengangkat sosok ibu dalam mengampanyekan bahayanya penyebaran penyakit coronavirus disease 2019 (covid-19). Sejak awal September, pemerintah menggaungkan kampanye #ingatpesanibu dalam upaya menyosialisasikan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19.

    "Ibu adalah sosok yang penting di dalam keluarga. Semua orang pasti dilahirkan oleh seorang ibu. Maka, kampanye ingat pesan ibu ini diharapkan efektif untuk bisa mengingatkan anak-anaknya," kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Pemerintah berharap kampanye ingat pesan ibu ini efektif mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, yakni menerapkan disiplin 3M. Disiplin 3M meliputi memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

    Kampanye ini juga merupakan upaya terus-menerus pemerintah menyadarkan masyarakat bahwa bahaya covid-19 itu nyata. Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 17 persen masyarakat masih percaya tidak akan tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus korona tersebut.

    Kampanye ingat pesan ibu juga merupakan gerakan masif pemerintah agar masyarakat betul-betul patuh akan protokol kesehatan. Kepatuhan akan protokol kesehatan ini, lanjut Wiku, selayaknya disetarakan dengan kepatuhan masyarakat terhadap perintah ibu.

    "Perlu kami sampaikan, mohon agar mengerti dan melihat kenyataan yang ada di masyarakat dan di dunia. Kasus covid-19 meningkat terus di dunia. Ini bukan hoaks. Ini adalah kenyataan. Tidak ada orang yang tidak tertular covid-19. Maka dari itu mohon untuk memahami kondisinya, menjalankan protokol kesehatan," kata Wiku.

    Baca: Disiplin Kunci Sukses Menjalankan Protokol Kesehatan

    Menurutnya, kunci utama memutus mata rantai covid-19 adalah menerapkan disiplin 3M. Penerapan 3M ini pun tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus secara kolektif.

    Merujuk pada hasil penelitian, mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebanyak 35 persen. Disiplin memakai masker kain dapat menurunkan risiko sebanyak 45 persen. Penggunaan masker bedah bahkan bisa menurunkan risiko tertular hingga 70 persen. 

    "Dan paling utama, menjaga jarak minimal satu meter. Ini bisa menurunkan risiko penularan hingga 85 persen. Maka dari itu, ingat pesan ibu untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Terapkan 3M," tegas dia.

    Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.



    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id