comscore

Terpopuler Nasional: Kasus Pembakaran Sekolah Dihentikan Hingga Alat Pendeteksi Jenis Batuk

Nur Azizah - 29 Januari 2022 07:00 WIB
Terpopuler Nasional: Kasus Pembakaran Sekolah Dihentikan Hingga Alat Pendeteksi Jenis Batuk
ilustrasi/medcom.id
Garut: Kepolisian Resor Garut menghentikan proses hukum (restorative justice) terhadap seorang tersangka kasus pembakaran Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cikelet di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pasalnya, pihak sekolah mencabut laporannya dan tidak akan memicu konflik sosial.
 
"Kami melihat materiil dan formilnya terpenuhi (restorative justice)," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat jumpa pers pembebasan mantan guru pembakar sekolah di Garut, Jumat, 28 Januari 2022.
 
Ia menuturkan Kepolisian Resor Garut telah melakukan tindakan hukum terhadap Munir Alamsyah, 53, mantan guru terkait kasus pembakaran sekolah tempatnya dulu mengajar di SMPN 1 Cikelet.

Aksi yang dilakukannya pada 14 Januari 2022 itu, kata dia, bentuk kekecewaannya terhadap sekolah yang dianggapnya sekolah tidak membayar honor sebesar Rp6 juta saat dirinya mengajar tahun 1996-1998.

 



Baca: Pemerintah Dinilai Sulit Menghilangkan Keberadaan Guru Honorer
 
Kapolres menyampaikan mantan guru itu sempat menjalani pemeriksaan hukum, namun akhirnya dilakukan kesepakatan memaafkan pelaku. Kepolisian memutuskan pembebasan tuntutan berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 8 tahun 2021 terkait masalah penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.
 
"Kami menerima kesepakatan dari kedua belah pihak, dan didasari dari Peraturan Kepolisian nomor 8 tahun 2021 terkait masalah penanganan tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif," jelasnya.
 
Ia menjelaskan, kasus tersebut memungkinkan untuk dilakukan keadilan restoratif terhadap pelaku pembakaran sekolah dengan pertimbangan jumlah kerugian akibat dari kebakaran relatif kecil. Pertimbangan lainnya, kata Kapolres, karena yang bersangkutan bukan residivis, dan jika dibebaskan dari tuntutan hukum tidak akan terjadi konflik sosial atau merugikan masyarakat.
 
Baca selengkapnya di sini

Pemberhentian kasus pembakaran sekolah di Garut ini menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Nasional Medcom.id. Berita lain yang kalah menarik terkait kesadaran masyarakat dalam mengatasi ancaman.

Semua pihak diminta bahu-membahu menjawab permasalahan bangsa Indonesia. Ancaman disitegrasi bangsa dan multikrisis disebut tengah melanda Indonesia.
 
Ketua Umum DPP Siap Ganjar Presiden (SIGAP) Indonesia, Suherman, saat ini dibutuhkan seorang pemimpin yang berani mengambil sikap dan menjaga kedaulatan sebagai bangsa.
 
"Rapatkan barisan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi kelancaran pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," kata Suherman, dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Januari 2022.

Ketua DPD SIGAP Indonesia Provinsi Banten, H Hidir, mengatakan tidak mudah mencari orang terbaik sebagai pemimpin Indonesia. Ganjar Pranowo disebut pemimpin yang layak didukung karena telah berkarya dan berprestasi selama menjadi Gubernur Jawa Tengah.
 
Dia meminta partai politik (parpol) tak sembarangan mencalonkan seseorang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. "PDIP jangan menjagokan yang tidak cocok dengan hati kita," kata dia.
 
Baca:  Presiden: Memenangkan Kompetisi Pilar Utama Menjaga Kedaulatan
 
Salah sorang tokoh agama di Serang, KH Muhammad Ridwan, mendoakan Ganjar bisa menjadi presiden mengganti Joko Widodo. Dalam penilaiannya, Ganjar bukan tipe pemimpin yang sombong, serta bisa memimpin negara dengan aman dan adil.
 
"Kita doa kan supaya Ganjar Pranowo mendapatkan jodoh yang harmonis, pasangan yang adil," ujar Muhammad Ridwan.

Berita lain yang juga menarik banyak pembaca terkait penemuan alat untuk mendeteksi jenis batuk.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id