comscore

Mulai Besok Tarif Tes Antigen di Stasiun Kereta Turun Jadi Rp45 Ribu

Christian - 23 September 2021 15:34 WIB
Mulai Besok Tarif Tes Antigen di Stasiun Kereta Turun Jadi Rp45 Ribu
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Anggitondi M
Jakarta: Tarif rapid test Antigen di seluruh stasiun kereta api turun. Dari Rp85 ribu menjadi Rp45 ribu.

Humas Daop 1 Eva Chairunisa mengatakan penurunan tarif tersebut diberlakukan mulai Jumat 24 September 2021. Stasiun yang memiliki layanan antigen ialah stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek, dan Karawang.
Eva menjelaskan penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan PT KAI kepada pelanggan. KAI menyediakan fasilitas rapid test Antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api jarak jauh. 

"Layanan rapid test Antigen di stasiun merupakan hasil sinergi BUMN, antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya, yaitu Rajawali Nusindo, Indofarma melalui anak usahanya, Farmalab, serta pihak-pihak lainnya," kata Eva dalam keterangan tertulis, Kamis 23 September 2021. 
 
Eva mengingatkan calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh bila ingin menikmati layanan tersebut. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021.

Baca: Daop Surabaya Masih Larang Anak di Bawah 12 Tahun Naik Kereta

"Pelanggan juga wajib menunjukkan sertifikat vaksin. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan," ucapnya. 

Selain itu, Eva menjelaskan KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi PeduliLindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes covid-19 pelanggan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen. 

"Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan tidak dapat mengikuti vaksinasi covid-19," ungkapnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id