Sopir Ojek Dapat Keringanan Penundaan Angsuran Kendaraan Imbas Korona

    Nur Azizah - 24 Maret 2020 10:56 WIB
    Sopir Ojek Dapat Keringanan Penundaan Angsuran Kendaraan Imbas Korona
    Pengemudi ojek online menunggu penumpang di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Rabu, 11 Maret 2020. Foto: Antara/Fauzan
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memberikan keringanan bagi sopir ojek, taksi, dan nelayan yang terganggu pendapatannya karena penyebaran virus korona (covid-19). Mereka tak perlu memusingkan pembayaran angsuran kendaraan.

    "Tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama satu tahun," kata Jokowi dalam pengarahan kepada para gubernur dalam menghadapi pandemik covid-19 melalui video conference, Selasa, 24 Maret 2020.

    Keringanan juga diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kredit UMKM di bawah Rp10 miliar, baik kredit perbankan maupun industri keuangan nonbank, untuk menunda cicilan satu tahun dan menurunkan bunga.

    Di samping itu, Presiden mengingatkan pemerintah daerah menjaga ketersediaan bahan pokok. Pekerja harian, petani, dan nelayan, juga harus mendapatkan perhatian lebih agar bisa tetap berproduksi di tengah wabah korona. 

    "Oleh sebab itu kegiatan yang ada di provinsi, kabupaten, kota, agar diarahkan. Program-program bisa diarahkan ke program padat karya tunai untuk mempertahakan daya beli masyarakat. Harus diperbanyak tapi tetap dengan menjaga protokoler kesehatan ketat," papar Jokowi.

    Sopir Ojek Dapat Keringanan Penundaan Angsuran Kendaraan Imbas Korona
    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

    Baca: Presiden Perintahkan Pangkas Anggaran Tak Prioritas

    Sementara itu, kasus positif covid-19 di seluruh Indonesia per Senin, 23 Maret 2020, mencapai 579 pasien. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu menyebabkan 49 kematian di Tanah Air. Sebanyak 30 orang berhasil sembuh. 

    Pasien positif korona terbanyak berada di Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 356 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 218 pasien masih dirawat, sedangkan 85 lainnya isolasi mandiri. Pasien sembuh mencapai 22 orang dan meninggal 31 orang.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id