Komisi V Segera Minta Penjelasan Kemenhub Soal Jatuhnya Sriwijaya Air

    Antara - 10 Januari 2021 02:32 WIB
    Komisi V Segera Minta Penjelasan Kemenhub Soal Jatuhnya Sriwijaya Air
    Ilustrasi: Metro TV
    Jakarta: Komisi V DPR segera memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihak Kemenhub akan diminta penjelasan terkait peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.

    "Kami akan undang dan panggil Kemenhub sebagai pemegang regulasi, otoritas penerbangan, dan perusahaan untuk menanyakan peristiwa tersebut," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie kepada Antara di Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2020.

    DPR baru memulai masa sidang 2020-2021 pada Senin, 11 Januari 2020. Sehingga agenda rapat kerja dengan Kemenhub, otoritas penerbangan, dan perusahaan penerbangan akan dilakukan setelah pembukaan masa sidang.

    Syarief menilai raker penting untuk segera digelar. Sebab, banyak berita simpang siur terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut.

    "Ada yang katakan pesawat tersebut sudah rusak sejak terbang dari Makassar, diperbaiki lalu terbang lagi ke Jakarta, kemudian ke Pontianak, dan akhirnya terjadi kecelakaan," ujarnya.

    Baca: 60 Penyelam Polda Metro Cari Korban Pesawat Sriwijaya Air

    Komisi V juga ingin mengetahui apakah kecelakaan itu berkaitan dengan kesalahan manusia atau karena masalah mesin pesawat. Politisi Partai NasDem itu menduga persoalan di internal Sriwijaya Air membuat pengawasan penerbangan tidak maksimal dan menyebabkan komponen terkait syarat-syarat penerbangan tidak bisa dipenuhi.

    "Kita tahu di internal Sriwijaya ada persoalan sehingga pengawasan tidak maksimal dari maskapai bahkan dulu beberapa komponen terkait syarat penerbangan di hari-hari tertentu tidak bisa dipenuhi misalnya jumlah pegawai dikurangi. Itu laporan yang masuk kepada kami sehingga akan kami minta keterangan dari Kemenhub," katanya.

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu baru lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
     
    Posisi terakhir pesawat itu ada di 11 nautical mile di utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang diduga jatuh itu mengangkut 62 orang, terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id