Kemenag Terbitkan Skema Umrah Saat Pandemi, Berikut Rinciannya

    Nur Azizah - 07 Oktober 2020 13:35 WIB
    Kemenag Terbitkan Skema Umrah Saat Pandemi, Berikut Rinciannya
    Ilustrasi Umrah/AFP.
    Jakarta: Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memperkenalkan formula 6-6-3 dalam penyelenggaraan ibadah umrah di tengah pandemi virus korona (covid-19). Formula yang dimaksud yakni enam skema pra-keberangkatan, enam skema penyelenggaraan, dan tiga tahapan kepulangan.

    "Penyiapan regulasi adalah yang pertama harus dilakukan dari enam tahapan pada fase pra-penyelenggaraan," kata Lukman seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Selanjutnya, merumuskan konsep distribusi kuota. Sebab, Arab Saudi akan menetapkan kuota dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

    "Setiap negara mendapat kuota yang harus didistribusi beradasarkan lokus (provinsi) dan tempus (waktu). Bisa jadi akan ada jadwal penyelenggaraan umrah (bulanan). Ini perlu dirumuskan," ujarnya.

    Ketiga, penerapan protokol kesehatan sejak dari rumah sampai tempat karantina. Karantina bisa memanfaatkan asrama haji.

    Keempat, penerapan protokol saat jemaah mengikuti karantina. Termasuk pelaksanaan tes swab dan penanganan jika ada jemaah terkonfirmasi positif covid-19.

    "Kelima, penerapan protokol di bandara Tanah Air. Mitigasi keenam, protokol dalam pesawat. Harus dipastikan juga bahwa penerbangannya adalah direct flight," tegasnya.

    Sedangkan skema terkait penyelenggaraan umrah diawali dengan penerapan protokol di Bandara Saudi (Jeddah/Madinah). Tidak hanya bagi jemaah tapi juga petugas Penyelenggara Perjalanannya Ibadah Umrah (PPIU) yang mendampingi jemaah.

    Baca: Kemenag Susun Mitigasi Penyelenggaraan Umrah saat Pandemi Covid-19

    Kedua, penerapan protokol kesehatan selama perjalanan darat dari bandara Saudi ke hotel. Ketiga, penerapan protokol kesehatan di hotel.

    "Ini bisa mengikuti ketentuan Saudi. Namun, protokol kita juga harus mengatur hal-hal detail terkait aktivitas jemaah selama di hotel," tuturnya.

    Keempat, penerapan protokol bagi jemaah saat berada di Masjidil Haram dan Nabawi. Kelima, penerapan protokol jelang kepulangan.

    "Jemaah harus dipastikan dalam kondisi negatif Covid-19. Bisa dengan melakukan swab test sebelum naik pesawat dari Saudi," ucapnya.

    Terakhir, penerapan protokol jika ada jemaah yang terkonfirmasi positif covid-19 di Saudi. Ini juga terkait kebijakan Saudi.

    Untuk mitigasi pasca umrah (kepulangan), Lukman menawarkan tiga skema, yaitu penerapan protokol di Bandara Saudi (Jeddah/Madinah) sebelum pulang, protokol di pesawat saat menuju tanah air, dan protokol di Bandara di Tanah Air.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id