FOKUS

    Tora, Narkoba, Selebrita

    Sobih AW Adnan - 04 Agustus 2017 17:29 WIB
    Tora, Narkoba, <i>Selebrita</i>
    Rilis penangkapan TS dan MA di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (4/8)/MI/ARYA MANGGALA
    medcom.id, Jakarta: Lebih dari satu dekade lalu, aktris kawakan Nurul Arifin melontarkan komentar yang bikin sebagian besar masyarakat terlongo-longo. Katanya, 70% artis Indonesia diyakini pernah mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang berbahaya (Narkoba).

    "Apalagi, dari hasil penelitian, selain dari hubungan seks bebas, 33,3 persen penularan HIV melalui narkoba," kata Nurul, sebagaimana dikutip Media Indonesia, Minggu, 2 Desember 2001.

    Entah masih relevan atau tidak, tidak bisa dibayangkan bagaimana perkembangan data itu di sepuluh tahun kemudian.

    Harapannya, tentu, angkanya menyusut. Meski belakangan, dunia selebritas seakan tak bisa lepas dari pemberitaan yang berkait paut dengan si barang haram.

    Baca: BNN Kantongi Nama-Nama Artis Pengguna Narkoba

    Kemudian Tora

    Hingga Agustus 2017, sudah ada 8 pesohor dunia hiburan yang terseret kasus psikotropika dan sejenisnya. Diawali Andika "The Titans" dengan kasus kepemilikan tembakau jenis gorila. Pada Februari, eks Peterpan itu digelandang Polrestabes Bandung, Jawa Barat usai menerima pesanan macam candu yang memang tengah tenar di jagat maya itu.

    Sebulan kemudian, tak kalah heboh. Putra "Raja Dangdut" Rhoma Irama terkena perkara serupa. Ridho Rhoma, terjaring operasi di kawasan Pesing, Jakarta Barat lantaran mengantongi narkoba jenis sabu seberat 0,7 gram.

    Tepat 35 hari sesudahnya, giliran artis rapper Iwa K muncul dalam pemberitaan sejenis. Iwa K terbukti membawa ganja seberat 1,4850 gram dan terpergok di di terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta.

    Pada 11 Mei, anak kedua dari Ayu Azhari, Sean Azad terjaring razia Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di diskotek Illigals, Tamansari, Jakarta Barat. Setelah diminta tes urine, Sean dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba.

    Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat juga menangkap artis pendatang baru Ammar Zoni pada 7 Juli. Saat penggeledahan di rumahnya di kawasan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, petugas menemukan satu buah toples kaca berisi ganja kering seberat 39,1 gram.

    Masih di bulan Juli, petugas juga menangkap Axel Matthew Thomas, putra pesinetron senior Jeremy Thomas. Ia diduga sebagai salah satu pemesan pil Happy Five dari pengedar asal Malaysia, JV dan DRW yang sebelumnya sudah diringkus polisi.

    Dunia artis, kemudian dikagetkan kembali dengan hasil operasi petugas yang memunculkan nama Pretty Asmara. Bukan cuma pengguna, Subdirektorat 2 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bahkan sempat menduga Pretty sebagai pengedar narkoba di kalangan artis-artis baru.

    Dalam oprasi itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 2,04 gram, 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil Happy Five.

    Kemudian, yang paling baru, Tora Sudiro bersama sang istri, Mieke Amalia ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis, 3 Agustus kemarin. Ia dijemput di rumahnya, Komplek Bali View, Ciputat, Tangerang Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB.

    Saat penggeledahan, polisi menemukan 30 butir obat Dumolid. Obat keras itu terbungkus dalam tiga strip plastik, yang masing-masing berisi 10 butir.

    Tora mengakui, penggunaan obat keras itu tanpa resep dokter. Polisi pun menjadikan Tora tersangka dan menahannya.

    Dunia hiburan dan narkoba nyaris tak berjarak. Gaya hidup artis yang rata-rata memang wah, tentu butuh biaya yang tak sedikit. Narkoba, dianggap jalan pintas. Baik sebagai pengedar, maupun sekadar pemakai.

    Baca: Tora Sudiro Mengonsumsi Dumolid karena Tekanan Pekerjaan

    Penenang jam terbang

    Sebagaimana pesohor lain yang terseret persoalan serupa, kepada polisi, Tora Sudiro mengaku menggunakan narkotika jenis Dumolid sebagai obat penenang.

    "Katanya (Tora) beli dari teman. Temannya, dia lupa namanya siapa. Dia datang ke rumah waktu acara ramai-ramai, kemudian menyarankan (solusi) susah tidur. 'Ya sudah lo minum aja'. Berapa harganya? 'Satu strip harganya Rp225 ribu'," kata Kasat Narkoba Vivick Tjangkung.

    Narkoba, kerap kali dianggap memberikan energi tambahan yang cukup besar. Dorongan stimulan agar tubuh selalu fit dan segar menjadi hal yang paling diidamkan para artis, terutama bagi yang memiliki jam terbang tinggi.

    Mitos-mitos itu diembuskan orang-orang di sekeliling korban yang bisa turut ambil untung. Oleh karena itu, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Marcella Zalianty menyebut, pergaulan menjadi faktor yang tak kalah penting.

    "Pergaulan juga salah satunya. Makanya sejak awal Parfi komitmen setiap pemilihan ketua seluruh anggota harus bersih dari narkoba," ujar Ketua Parfi Marcella Zalianty, dalam Metro Siang di Metro TV, Jumat 4 Agustus 2017.

    Menurut Marcella, pesohor dijadikan sasaran peredaran narkoba juga karena dianggap role model yang akan diikuti para penggemarnya.

    "Ketika dia mencandu narkoba, para fans yang melihat itu akan dianggap sebagai sesuatu yang keren untuk diikuti," kata Marcella.

    Barangkali, Marcella memang benar. Artis cuma dijadikan cantolan para pengedar dan bandar demi meraup untung dari pasar yang lebih besar.

    Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, jumlah pengguna narkotika pada Juni 2015 tercatat 4,2 juta orang dan meningkat pada November 2015 menjadi 5,9 juta. Ironisnya, 22% dari jumlah itu, diduga masih dalam status pelajar atau berusia remaja.

    Tentu, data yang amat mengejutkan. Melebihi alasan selebritis yang menggunakan narkoba sebagai penenang sehabis digilas jam terbang.





    (SBH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id