Maut di Perlintasan Sebidang

    M Sholahadhin Azhar - 06 September 2019 13:42 WIB
    Maut di Perlintasan Sebidang
    Ilustrasi: Sejumlah kendaraan bermotor melintas di perlintasan sebidang kereta api kawasan Lenteng Agung. Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Jumlah perlintasan sebidang yang dibuat secara legal dan ilegal saat ini menjadi masalah serius. Sebab, perlintasan itu banyak memakan korban.

    "Di 2018 tercatat sebanyak 395 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang," kata Sekjen Kemenhub Djoko Santoso di acara focus group discussion (FGD) 'Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 6 September 2019.

    Menurut dia, fenomena itu membuat penindakan pada perlintasan sebidang menjadi keharusan. Sehingga, tak ada lagi kecelakaan di perlintasan sebidang.

    Menurut Djoko, tingginya angka kecelakaan lantaran pembiaran terhadap perlintasan sebidang. Pada 2019, ada 260 kecelakaan dan mengakibatkan 76 korban meninggal.

    Menurut dia, banyak yang memandang penjagaan perlintasan tidak diperlukan. Apalagi yang liar atau tak terdaftar. Masyarakat seenaknya melewati lintasan tanpa memedulikan keselamatan. Kemenhub, kata dia, saat ini menginisiasi koordinasi bersama pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

    Humas PT KAI Edy Kuswoyo mengamini hal itu. Data KAI, ada 1.223 perlintasan yang resmi dan 3.419 ilegal. Menurut dia, banyak kecelakaan terjadi karena tak sedikit pengendara tetap melaju meski sudah ada peringatan.

    "Padahal sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009, di Pasal 114 menyatakan pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi," kata Edy.

    Dia menyebut perlintasan sebidang bukan menjadi tanggung jawab KAI. Namun, sebagai pihak berkepentingan, KAI tetap merasa harus turun tangan. Di antaranya melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tak resmi.

    Hasilnya, sebanyak 311 perlintasan ilegal ditutup sejak 2018 hingga Juni 2019. Edy mengakui proses itu tak berjalan mulus karena banyak penolakan dari masyarakat. Namun, pihaknya juga mencarikan jalur alternatif bagi masyarakat.

    KAI berharap inisiasi serupa dilakukan oleh stakeholder lain. KAI menggandeng kepolisian dan beberapa unsur lain untuk terus menertibkan dan menata perlintasan sebidang.

    "Akan ada sosialisasi dan operasi serentak di sejumlah perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera pada 12 September mendatang," ujar Edy.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id